Industri Otomotif Indonesia Bisa Jadi Raja ASEAN

Harryt MR - Senin, 4 April 2016 | 10:39 WIB

(Harryt MR - )

Jakarta - Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia dan Thailand merupakan raksasa industri otomotif. Keduanya terus saling mengejar untuk meningkatkan kapasitas produksi dan volume penjualan, baik domestik maupun ekspor. Faktanya produksi mobil Thailand jauh mengungguli Indonesia, yakni sekitar 2 juta unit per tahun. Sedangkan produksi mobil Indonesia sekitar 1,3 juta unit.

Keunggulan Thailand disokong oleh jumlah ekspor mobil yang mencapai 1,2 juta unit pada tahunlalu. Sedangkan penjualan domestiknya sebesar 800 ribu unit. Bandingkan dengan Indonesia, penjualan domestik sebesar 1,031 juta unit, lalu ekspor cuma sebesar 190 ribu unit. Artinya, penjualan domestik Indonesia mengungguli Thailand.

Namun soal ekspor kita jauh tertinggal. Alhasil hampir semua produksi diserap untuk konsumsi sendiri. Untuk mengejar ketinggalan dari Thailand maka dilakukan dengan meningkatkan daya saing ekspor. Tak mudah, karena Thailand juga telah menjelma sebagai basis produksi otomotif di kawasan ASEAN. Negeri Gajah Putih tersebut memiliki kapasitas produksi mobil terpasang pada 2015 sebesar 3 juta unit, sedangkan Indonesia kapasitas terpasang baru mencapai 2 juta unit per tahun.

Namun Indonesia perlahan namun pasti mulai berusaha menjadi bintang di ASEAN. Hal ini bisa dilihat dengan potensi pasar otomotif kita yang terbesar di wilayah ini. Hanya saja ada yang perlu dipelajari dari negara tetangga tersebut. Yakni kiat-kiat mereka merajai pasar mobil di ASEAN. • (otomotifnet.com)

Infrastruktur

Selain soal stabilitas politik, aspek infrastruktur juga berperan vital. Tersedianya kawasan industri yang terpadu dengan prasarana jalan, rel kereta dan pelabuhan. Serta infrastruktur fisik seperti listik, air, gas dan ketersedian internet cepat. “Di Thailand kawasan industri disupport oleh transportasi berupa kereta dan pelabuhan,” terang Komar Johari, selaku jurnalis sekaligus pengamat industri otomotif Thailand.

Kemudahan Logistik

Akses logistik yang efisien tentu menjadi idaman investor. Semakin mudah dan cepat akses logistik, maka dapat menghemat biaya produksi. Hal ini mencakup proses bongkar muat dan transportasi yang berhubungan dengan infrastruktur. “Bahkan mayoritas industri otomotif di Thailand berani garansi ‘one day delivery’,” bilang Komar.

Insentif Pajak

Badan Penanaman Modal Thailand menawarkan berbagai macam pajak dan non-pajak. Insentif pajak ini diberikan untuk industri otomotif yang berpihak pada tujuan pembangunan nasional. Insentif pajak mencakup pembebasan atau pengurangan pajak impor mesin dan bahan baku dan pembebasan pajak penghasilan badan hingga delapan tahun. Insentif non-pajak termasuk izin untuk membawa ekspatriat, memiliki tanah dan mengambil atau mengirimkan mata uang asing di luar negeri.

Tenaga Kerja Produktif

Labour atau tenaga kerja menjadi tulang punggung industri. Oleh karenanya perlu pemahaman bahwa produktivitas tenaga kerja menjadi keharusan. Thailand dan Indonesia sebetulnya mirip-mirip, tenaga kerjanya masih bisa dikatakan murah karena biaya hidupnya masih rasional. Hal ini dipandang baik oleh investor.