Komparasi Oli Semi Sintetik, Full Sintetik dan Ester, Bedanya Signifikan!

Iday - Rabu, 22 Juni 2016 | 14:18 WIB

Komparasi Oli Semi Sintetik, Full Sintetik, dan Ester (Iday - )

Oli pada mesin berfungsi untuk melumasi tiap bagian di dalamnya.

Juga mendinginkan dan memindahkan panas.

Sehingga oli harus memiliki spesifikasi yang tepat sesuai karakter mesin.

Selain viskositas dan aditif yang digunakan, base oil yang dipilih juga mempengaruhi performa dari oli.

Seperti yang kita kenal, base oil ada mineral, semi sintetik, full sintetik dan full sintetik ester.

Lalu apa bedanya? (otomotifnet.com / Fariz)

Base Oil Grup

Proses Pengolahan

Tingkat Kekeruhan

Tingkat Sulfur

Indeks Viskositas

Grup I

Solvent Refining

< 90%

> 0,03%

80–120

Grup II

Hydro-processing

(Hydrocracking)

³ 90%

£ 0,03%

80–120

Grup III

Severe Hydrocracking

(Catalytic De-waxing)

³ 90%

£ 0,03%

³ 120

Grup IV

Chemical Reactions

(Synthesizing)

100% PAO (Poly-Alpha-Olefin)

Grup V

As Indicated

Semua basis minyak, tidak termasuk dalam kelompok 1 – 4

(Naphthenics, Ester dan Polyglycols)

Oli Mineral

Oli mineral terbuat dari base oil yang diambil dari minyak bumi, yang telah diolah dan disempurnakan dan ditambah dengan zat–zat aditif untuk meningkatkan kemampuan dan fungsinya.

“Untuk teknologi motor baru yang membutuhkan oli encer, base oil mineral kurang mumpuni. Tidak hanya karena kandungan sulfur saja, tapi juga impurities lain yang membuat oli jadi kurang stabil,” buka Mardiani Indriastuti, Product Deputy Department Head PT Federal Karyatama, produsen Federal Oil.

Meski begitu, masih ada beberapa keunggulan dari oli mineral yaitu ketika piston dan blok piston dalam keadaan baru dianjurkan untuk menggunakan oli mineral. Ini karena struktur molekul oli mineral yang tidak rata dapat membuat komponen saling mengikis satu sama lain, sehingga komponen mesin baru bisa bertaut dengan pas dan beradapatasi dengan mekanismenya.