Pakai Uang Elektronik atau Tunai? Lihat Kebutuhannya

Parwata - Jumat, 1 Juli 2016 | 17:37 WIB

(Parwata - )

Rencanakan dan atur strategi pengeluaran agar dapat menentukan metode pembayaran yang efektif

Jakarta - Salah satu yang perlu diperhatikan saat menjelang liburan adalah alat pembayaran. Uang tunai dan uang elektronik dalam bentuk kartu debit, kredit atau prabayar (cashless) sama-sama diperlukan.

“Jika Anda hanya berlibur di kota-kota besar, transaksi cashless wajib diutamakan karena jaringannya hampir pasti tersedia,” ujar Eko Endarto, CFP, RFA, Financial Planner dari Finansia Consulting.

“Beda halnya bila bepergian ke daerah terpencil, karena jaringannya belum tentu lancar. Lebih baik siapkan uang tunai untuk bertransaksi,” lanjut Eko, sapaan akrabnya.

Pemilihan alat pembayaran juga bisa ditentukan dari harga yang akan dibayarkan. “Bila nominalnya besar, transaksi secara cashless jauh lebih praktis dan aman,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

Ia menambahkan bawa transaksi dengan nominal di bawah Rp 500 ribu masih layak untuk mengandalkan bentuk tunai.

“Sifat uang cash sebenarnya lebih untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga yang tidak dapat dilakukan segera oleh kartu elektronik,” terang pria ramah ini. • (otomotifnet.com) / Tejja

Utamakan penggunaan kartu bila sarananya tersedia

Seperti yang bisa dilihat di beberapa ruas tol, kini sudah banyak mengandalkan gerbang tol otomatis (GTO) yang hanya membaca pembayaran dari kartu prabayar saja.

Lalu ketika berbelanja atau membeli tiket, bisa manfaatkan mesin EDC (Electronic Data Capture) untuk melakukan transaksi dengan menggunakan kartu. Niscaya lebih cepat juga praktis.

Promo tertentu hanya ada pada transaksi cashless

Nah ini salah satu keuntungan pengguna kartu debit, kredit, ataupun prabayar. Anda bisa saja mendapatkan promo pembayaran yang lebih ringan atau mendapatkan macammacam bonus menarik.

Menjelang hari H, siapkan uang cash yang dibutuhkan

Akan ada banyak penarikan tunai menjelang hari H, yang berakibat ludesnya stok uang tunai di ATM.

Biasanya hal ini terjadi di lokasi ATM utama di wilayah yang agak terpencil, bahkan tidak menutup kemungkinan terjadi di kota besar.

Maka antisipasi terbaiknya adalah ambil uang cash secukupnya di ATM sekitar wilayah tinggal Anda, beberapa hari sebelum pergi berlibur.

Pahami limit di kartu elektronik

Janganlah lupa untuk menghapalkan limit penarikan atau pembayaran dari kartu yang Anda pakai.

Jumlahnya bervariasi tergantung dengan kebiijakan bank. “Seperti untuk debit Mandiri, penarikan maksimum di ATM per harinya adalah Rp 10 Juta. Kemudian untuk nilai belanja maksimum bergantung pada jenis kartunya. Silver Rp 25 juta, Gold Rp 50 Juta dan Platinum Rp 100 juta,” ungkap Ary Bramon Sitepu selaku Assistant Vice President Bank Mandiri Region 1.

Jangan lupa bawa uang tunai berbagai pecahan

Hal yang sepele namun kerap mengganggu adalah ketidak-tersediaan uang receh untuk membayar hal-hal kecil. Jadi ada baiknya untuk menukarkan uang besar anda menjadi sejumlah nominal uang kecil.

Lalu untuk proporsi jumlah pecahan uang besar dengan kecil yang akan dibawa, bisa 50:50 atau 60:40, sesuai dengan kebutuhan.