First Drive Jaguar F-Pace R-Sport, SUV Bersuara Racun

Fransiscus Rosano - Jumat, 15 Juli 2016 | 08:48 WIB

(Fransiscus Rosano - )

Jakarta - Bukan perkara yang mudah membuat sebuah SUV premium dan menciptakan sebuah karakter sendiri. BMW dan X-Seriesnya sudah lama kental dengan karakter dinamis dan fun to drive. Mercedes-Benz dan beberapa seri GL-nya dikenal karena unsur kemewahan luar biasanya. Ingin terlihat unik? Oh, sudah ada Lexus dengan NX dan RX-nya.

Perdana di kelas ini setelah mereknya ada hampir satu dekade, hal di atas menjadi PR berat bagi Jaguar untuk akhirnya membuat sebuah SUV dan tetap memiliki karakternya sendiri. Sebelum mencoba F-Pace, SUV pertama Jaguar, OTOMOTIFNET.COM pun bertanya-tanya.

Apa yang membedakan SUV berkelir Italian Racing Red ini dibanding kompetitornya?

Buritan seperti mengkombinasikan keseksian F-Type dan resep keberhasilan Evoque untuk sesuatu yang tidak pernah membosankan untuk dilihat dari belakang.

Seperti yang kami jelaskan pada artikel first impression sebelumnya, setiap bahasa Jaguar modern yang diterapkan Ian Callum hadir disini.

Lampu belakang tipis XE yang diadopsi dari F-Type? Check. Fascia depan dengan gril honeycomb dan air intake raksasa, headlights dengan DRL berbentuk J dan kap mesin berlekuk tegas? Check. Bahkan interior pun terlihat seperti diimpor langsung dari sedan kompak XE, dengan dasbor leather padded memeluk, door trim bertingkat dan konsol tengah piano black yang terlihat identik.

Do we like it? Tentu saja. Desain bawaan pabrikan Inggris terbaru ini seperti membawa hidup yang baru bagi line-up teranyar Jaguar, termasuk SUV terbarunya. Oh ya, beberapa khas yang diberikan SUV ini, lekukan besar di atas fender belakang yang selalu terlihat keren dari spion, pelek berukuran raksasa 22 inci dan buritan yang seperti mengkombinasikan bagian belakang Evoque dengan F-Type tidak pernah membosankan untuk dilihat.

Sepertinya cukup impresinya. Berada di belakang setirnya lah yang membuat kami penasaran. Sentuhan kecil saat kami memegang bagian belakang handel pintu untuk membuka kunci, kemudian membuka lipatan spion dan memancarkan puddle light bertuliskan “Jaguar” ke tanah cukup membuat kami terkesan.

Puddle light menembakkan cahaya dari bawah spion ke tanah dengan bentuk bulat dan tulisan Jaguar, selalu jadi senjata untuk membuat orang terimpresi

Setir yang terlihat sama dengan XE R-Sport dilengkapi Auto Retractable Column, yang akan menyesuaikan tilt & telescopic secara elektrik ke posisi terakhir saat mesin dinyalakan dan kembali naik saat mesin dimatikan untuk memberi ruang lebih agar pengemudi lebih mudah keluar.

Sembari menyaksikan kenop transmisi di bawah fascia tengah naik saat tombol start/stop engine ditekan, suara dari knalpot sangat menyambut dan seakan memberi bocoran betapa baik alunan yang dapat dihasilkan mesin dari F-Type V6 S berkapasitas 2.995 cc dan supercharger-nya.

We’ll save that for later.

Posisi duduk awal cukup rendah untuk sebuah SUV, pengaturan driver dan passanger elektrik tanpa tambahan lumbar, tetapi ada 3 memori untuk pengemudi

Kami memulai dengan mode Normal. Start dimulai dengan sangat mulus, ternyata disebabkan transmisi otomoatis ZF 8-percepatannya dimulai dari gigi 2 saat beranjak dari diam.

Meski berdimensi cukup besar, di antara Porsche Macan dan Cayenne atau BMW X3 dan X5, mesin bertenaga 335 dk dan torsi 450 Nm ini sama sekali terasa tidak masalah untuk mengangkut SUV yang lebih lebar dibanding Lamborghini Huracan ini. Respon terasa cukup linear dan downshift akurat, maksudnya persenan pada injakan pedal gasnya berpengaruh pada berapa gigi yang turun untuk masuk ke range agar mesin tidak terlalu berusaha keras.

Pemakaian supercharger juga membuat tidak ada lag yang terasa seperti efek turbocharger bahkan tipe twin-scroll sekalipun, sedangkan suara khas forced induction via puli hanya terasa saat deselerasi. Namun surga sesungguhnya baru terasa saat pedal gas diinjak lebih dari 50%.

Yes! Suara dari knalpot kembarnya seakan seperti dibocorkan kedalam kabin, yang bahkan terdengar saat musik dari speaker Meridian 380 W dinyalakan. Hal tersebut membuat senyum kami makin lebar, saat jarum di takometer digitalnya terus kami paksa hingga menyentuh redline, membuat kombinasi deruan mesin dan knalpotnya seakan menjadi eargasm yang tidak pernah  jarang dihasilkan sebuah SUV.

Dasbor memeluk seperti dibawa langsung dari XE, membuat interior terlihat mewah dan dinamis di waktu yang bersamaan

Tidak mengherankan, mesin ini juga digunakan di sportscar seksinya, F-Type V6 S yang juga menghasilkan orkestra  yang sama, meski pada F-Pace memang tidak sesangar itu. Tetap saja, suara yang diproduksi tersebut bagaikan menjadi racun yang membuat kami tergiur untuk mendengarnya lagi dan lagi.

Well, apakah karakter sesungguhnya dari F-Pace bisa tergambarkan dari suara penghibur telinga tersebut? Harus kami katakan, tidak hanya itu. Namun tunggu hasil test drive kami, bersama angka detail performa dan konsumsi dari SUV pertama Jaguar ini untuk lebih lengkapnya.