First Ride BMW F 800 GS, Tunggangan True Adventure

Senin, 12 September 2016 | 11:40 WIB

BMW F 800 GS

Tahun depan BMW Motorrad berencana memasarkan BMW F 800 GS low suspension ini di Indonesia. Dibanding versi standar tinggi joknya turun 60 mm jadi 820 mm saja

Jakarta - Meski tenar dengan R 1200 GS, BMW Motorrad sebenarnya punya beberapa line up adventure lainnya. Salah satunya F 800 GS dan F 800 GS Adventure, klaimnya sih jadi paduan pas untuk bikers penjelajah yang sedikit ekstrem. On road bisa, off road juga enggak masalah.

“Cocok buat mereka yang true adventure, senang melibas medan off-road seperti tanah di pegunungan, pasir bahkan air. Skill yang dibutuhkan untuk dapat menguasai motor ini memang lebih tinggi dari saudara tuanya, R 1200 GS,” tutur Joy Frans, CEO BMW Motorrad Indonesia – Maxindo Moto, agen pemegang merek motor asal Jerman di Tanah Air.

Nah, kebetulan OTOMOTIF juga sudah bertemu langsung dengan motor F 800 GS versi 2016, tepatnya ketika bergabung di training BMW Motorrad Enduro Park Thailand di Chiang Mai dua minggu lalu (3-5/8). Seperti apa impresinya di dua alam? Baca terus! • (Popo / otomotifnet.com)

BMW Motorrad
BMW F 800 GS
 

Desain Lebih Ramping
Secara dimensi F 800 GS ini, memang lebih ramping bila dibandingkan dengan R 1200 GS maupun dengan varian setingkat di atasnya, F 800 GS Adventure. Terlebih konfigurasi mesinnya memang dua silinder inline bukan boxer, dari depan tampak singset.

Lampu depan asimetris juga jadi ciri khasnya, yang unik lagi adalah tangki bahan bakar ada di bodi belakang sebelah kanan, unik ya?

Roda depannya yang 21 inci juga menguatkan kesan penjelajah, sedang yang belakang 17 inci. Yup, diameter roda yang sama dengan trail enduro. Mau ganti ban pacul juga mudah dilakukan, karena pilihannya banyak.

Jika dibandingkan dengan F 800 GS Adventure yang dibuat dari basis motor yang sama, perbedaan ada pada bentuk shroud tangki yang lebih kecil, begitu juga pada buritan. Cover bodi belakang lebih kecil efek dari kapasitas tangki yang cuma 16 liter, sedang F 800 GS Adventure sampai 24 liter dan sudah disediakan braket side box.

Fitur dan Teknologi
Fiturnya canggih tapi enggak berlebihan, sesuai dengan kebutuhannya masuk ke trek yang kurang bersahabat. Antilock Brake System (ABS) sudah jadi standar wajib semua motor BMW, dan Automatic Stability Control (ASC).

ASC fungsinya persis traction control, saat roda belakang terbaca berputar lebih cepat ketimbang roda depan yang berarti slip, maka secara otomatis tenaga direduksi sampai roda belakang mendapatkan traksi maksimal lagi.

Jika gas terus dibuka, putaran mesin akan ditahan, teriak seperti kena limiter det..det..det.. Bila dirasa tidak diperlukan, ABS dan ASC bisa dimatikan, contohnya saat masuk ke medan off road.

Caranya cukup pencet tombol ABS di panel setang sebelah kiri selama 3 detik untuk menonaktifkan ABS dan 2 detik untuk mematikan ASC. Jika sudah mati, indikator ABS dan ASC akan terus menyala tanpa kedipan.

Fitur lain ada penghangat grip gas dan panel indikator yang mudah dibaca. Dua lingkaran besar jadi penunjuk kecepatan dan takometer secara analog. Info di sebelah kanan semuanya digital bisa untuk melihat jam digital, engine check indicator, odometer, suhu mesin, fuelmeter dan posisi gigi

BMW Motorrad
BMW F 800 GS
 

Aksesori Khusus Off Road
Karena dipakai training enduro dan masuk ke medan tanah di Chiang Mai, Thailand, beberapa aksesori khusus off road di pasang. Pertama adalah ban dual purpose berlabel Heidenau.

“Khusus untuk roda tekanan anginnya diset 27 psi untuk belakang sedang yang depan 29 psi. Agak rendah untuk mendapatkan traksi bagus di tanah. Yang belakang lebih rendah lagi agar profilnya jadi kotak, traksi lebih mengigit,” jelas Chatchai Sriwat, instruktur di BMW Motorrad Enduro Park Thailand.

Kemudian ada hand protector yang bentuknya sangat sederhana tapi fungsional, membuat tangan enggak terjepit saat terjatuh. Crash bar dan engine guard di kolong ikut dipasang. Yang tak kalah penting adalah footstep bergerigi tanpa karet, menjaga sepatu agar tak terpeleset.

Suspensi Ceper Jok Rendah
Khusus untuk pasar Thailand, tersedia juga pilihan varian dengan low suspension dan low seat. Nah, unit yang OTOMOTIF jajal ini pakai keduanya.

Jika kedua paket ini dikombinasikan, totalnya tinggi jok cuma 820 mm, lebih rendah 60 mm dibanding versi standar. Bandingkan dengan Kawasaki KLX150 BF yang tinggi joknya 830 mm, enggak jauh berbeda lah, tapi joknya lebih lebar untuk kenyamanan perjalanan jauh. Buat tester OTOMOTIF yang tingginya cuma 165 cm masih sangat nyaman. Kaki mudah menjangkau tanah.

“Kita planning tahun depan memasarkan F 800 GS low suspension di Indonesia. Tahun ini nanggung tinggal beberapa bulan lagi, jadi sabar ya, di 2017 ” beber Joe seraya menjelaskan jika paket ini juga tersedia buat R 1200 GS dan R 1200 GS Adventure. 

Handling & Performa
Posisi setang yang cukup tinggi membuat posisi badan tetap sigap bahkan saat riding sambil berdiri sekalipun. Untuk jalan jauh pun enggak cepat lelah. Asyiknya lagi, joknya meski tipis tetap empuk dan cenderung datar sampai ke belakang. Saat melibas turunan dan butuh memposisikan badan ke belakang, bokong enggak gampang nyangkut jok.

Oiya yang perlu dicatat lagi adalah, meski low suspension jarak main sokbreker depan dan belakang jarang mentok. Yang depan upside down berdiameter as 45 mm sedang yang belakang dilengkapi setelan preload dan rebound.

Khusus rebound posisi as pemutarnya ada di samping, untuk seting bisa dengan mudah dilakukan pakai tangan. Di trek tanah atau berbatu redamannya sangat nyaman, terbukti dari tangan yang enggak mudah lelah menahan getaran.

Sedang keandalannya di trek on road juga oke, meski bongsor dengan wheel base lebih dari satu setengah meter atau 1,578 mm buat belok patah masih gampang. Menikung dengan kecepatan sedang di aspal mulus Chiang Mai juga anteng.

Mesin dua silinder segarisnya cukup kompak, konstruksi kepala silindernya DOHC 4 klep di masing-masing silinder dan punya ruang bakar murni 798 cc. Power maksimalnya 85 dk, karakternya memang enak di atas, jika putaran mesin menyentuh 5.500 rpm, hentakan spontannya akan sangat terasa.

Tapi bermain di putaran rendah enggak perlu khawatir, torsinya badak, mencapai 83 Nm! Menanjak di tanah gembur yang masih basah pakai gigi dua saja masih bisa naik. Sayang koplingnya agak keras, beda banget dengan R 1200 GS.

Tapi getaran di mesin tergolong minim, pindah giginya juga halus dan selalu presisi. Mau berhenti? Tenang, rem depannya digigit kaliper Brembo double piston, pakem banget meski diameter disk brake floatingnya cuma 300 mm.

Sedang yang belakang hampir tidak terpakai, single disk 265 mm dijepit kaliper Brembo satu piston

BMW Motorrad
BMW F 800 GS
 

Data Spesifikasi:
Mesin : Pendingin air, 4-tak, dua silinder segaris, DOHC 4 klep tiap silinder,
Bore x stroke : 82 mm x 75,6 mm
Kapasitas : 798 cc
Tenaga maksimal : 85 dk @ 7.500 rpm
Torsi : 83 Nm @ 5.750 rpm
Rasio kompresi : 12,0 : 1
Sistem bahan bakar : Electroinc intake pipe injection, digital engine management (BMS-K+)
Kontrol emisi : Closed-loop 3-way catalytic converter, standar Euro3
Kecepatan maksimal : Lebih dari 200 km/j
Konsumsi bensin konstan 90 km/j : 26 liter/km
Konsumsi bensin konstan 120 km/j : 19,2 liter/km
Alternator : alternator tiga phase 400 W
Aki : 12 V / 14 Ah
Kopling : Multiple-disc clutch terendam oli
Gearbox : 6 kecepatan
Rangka : Tubular steel space frame, load-bearing engine
Suspensi depan : Upside-down telescopic fork, Ø 43 mm
Suspensi belakang : Cast aluminium dual swing arm
Jarak main suspensi depan / belakang : 230 mm / 215 mm
Jarak sumbu roda : 1.578 mm
Pelek depan : Jari-jari 2.15 x 21”
Pelek belakang : Jari-jari 4.25 x 17”
Rem depan : Dual disc, floating brake discs, diameter 300 mm, double-piston floating calipers, ABS
Rem belakang : Single disc, diameter 265 mm, single-piston floating caliper, ABS
P x L X T : 2.320 mm x 945 mm x 1.350 mm
Berat isi : 214 kg
Berat kosong : 191 kg
Kapasitas tangki : 16 liter