Modifikasi Harley Davidson Softail 2016, Jadi Single Fighter

Jumat, 28 Oktober 2016 | 05:08 WIB

Yogyakarta - Traditional chopper & bobber kembali naik daun, apalagi gaya scrambler dan cafe racer, wah banyak banget yang bikin! Namun, Sinyo Arie dari Sinyo Edan Custom (SEC) yang bermarkas di komplek Graha Bukit Raya, Cilame, Bandung enggak tertarik mengikuti arus.

“Biarlah orang ikut tren dan pindah aliran, tapi hati saya tetap ada pada American Prostreet,” buka Sinyo yang karyanya jadi satu-satunya motor di kelas American Prostreet pada Kustomfest 2016 lalu.

Meski begitu ia tetap total dan tampil maksimal. Ciri khasnya, aliran ini punya riding position rendah sehingga ridernya tampak masuk menyatu dengan motornya, pelek dan roda belakang lebar, tampak panjang dan cenderung blink-blink dengan warna dan part mewah.

Sinyo mengaku butuh 6 bulan untuk menyiapkan Modifikasi Harley Davidson Softail lansiran 2016 ini. Wow, cepat juga ya! “Kita berusaha kejar target namun tetap harus dengan detailing yang maksimal, tak boleh asal nemplok tapi malah bikin motor jadi norak,” beber bapak 3 anak yang ternyata mengawinkan kerajinan tangan Bandung karyanya dengan komponen branded dari Amrik.

Seperti frame hingga single arm buatannya dari besi seamless 4 mm yang terkenal kuat dipadu dengan pelek ekstra lebar berlabel Arlen Ness yang legendaris. Selain mengkilap karena finishing-nya krom, lebarnya ternyata mencapai 10,5 inci.

“Yang belakang sengaja saya colok air suspension buatan Legend. Jadi pas parkir kondisi motor bisa dibikin mepet sama lantai,” jelas pria yang doyan pakai kemeja ini. Sedang didepan, enggan pakai teleskopik biasa. “Driger atau bisa juga disebut model cangkang atau springer,” bebernya. Tapi uniknya, enggak pakai pipa seperti gaya klasik.

Selain itu, engsel antar part bergerak dirapikan dengan cover berbentuk bulatan, warnanya klop banget sama kaliper rem Hawk Halter Inc yang bergaya minimalis.

Urusan bodi, Sinyo percaya pada material fiber. Lekukannya seksi sampai ke belakang. “Tangkinya dibuat kisi-kisi udara yang tembus dari depan hingga belakang, sehingga terlihat lebih aerodinamis,” beber pria yang sudah buka bengkel SEC dari tahun 1997.

Pernik kecil yang ia buat sendiri juga banyak, seperti moncong karburator alias breather kit layaknya kepala ular kobra. Setang dan handgrip dari alloy yang kemudian dilapis krom, saat disandingkan dengan master rem dan handle Hawk Halter Inc terlihat berkelas. Kolaborasi yang kece! • (Sigit / otomotifnet.com)

 

Plus: Detail rapi, plus pakai air suspension
Minus: Minim perangkat lalu lintas

Data Modifikasi:
Handgrip : Custom by Sinyo Edan Custom
Handle : Hawk Halter Inc
Kaliper depan : Hawk Halter Inc
Cakram depan : Arlennes 3G
Cakram belakang : Arlennes 3G
Sok depan : Driger by Sinyo Edan Custom
Sok belakang : Legend Air Suspension
Setang : Custom by Sinyo Edan Custom
Belt : BDL Type TF 2000
Karburator : Mikuni HSR 45 mm
Breather kit : Custom by Sinyo Edan Custom
Frame : Custom by Sinyo Edan Custom
Pelek depan : Arlennes ring 23 x 3.50 inci
Pelek belakang : Arlennes ring 18 x 10.5 inci
Sinyo Edan Custom : 081322216078