First Drive All New Audi TTS 2.0 TFSI Quattro, The Daily R8

Parwata - Kamis, 3 November 2016 | 09:05 WIB

(Parwata - )

Makin mirip supercar Tony Stark dari depan, harga lebih terjangkau dan performa tetap tinggi, TTS jadi sportcar harian yang tepat bagi pengidam R8
    
Jakarta
- Masuk ke generasi ketiga Audi TT, desain di atas Audi Space Frame dengan platform MQB membuatnya dari depan sekilas terlihat seperti R8, meski masih menyisakan khas bulat TT dari belakang. Namun tentunya, price tag sekitar Rp 1,8 miliar (On the road Jakarta), membuat TTS menggiurkan bagi penggemar R8 di film Iron Man. Harga lebih terjangkau, meski masih tidak bisa dianggap murah bila dibanding pesaing seperti BMW M235i.

Tak masalah, toh selalu ada die hard fan untuk yang rela mengeluarkan budget lebih banyak demi terlihat berbeda. OTOMOTIF pun mencoba sports coupe ini dalam waktu yang singkat. Tekan tombol start/stop engine di bawah fascia tengah, suara dari knalpot sekilas membuat kami mengira apa yang ada di bawah kap mesin lebih besar.

Ternyata, hanya bersembunyi mesin 4-silinder berkapasitas 1.984 cc saja. Tapi jangan salah, turbo di mesin ini tidak mendongkrak tenaga TTS untuk naik sedikit saja. Dibanding TT standar yang sudah menghasilkan tenaga sebesar 230 dk, mesin TTS sanggup memuntahkan 90 dk lebih besar! Jelas angka di atas 300 dk selalu terdengar luar biasa untuk sebuah mesin 4 silinder.

Tak sabar, Drive Mode yang tombol pengaturnya terletak di fascia tengah langsung dimasukkan ke mode Dynamic. Rasanya kickdown, respons yang didapat di awal, tidak segalak yang data spesifikasi torsi 380 Nm bisa berikan. Ternyata anggapan itu hanya berlaku kurang dari 2 detik saja, karena setelah indikator boost di Virtual Cockpit 12,3 incinya penuh, badan kami langsung terhentak ke jok ‘Super Sport Seats’nya tersebut. Enaknya, tidak ada drama dari ban berdecit karena penggerak empat roda Quattro.

Belum puas, tuas transmisi kami geser ke S. Hasilnya respons turbo terjadi lebih cepat, sehingga tarikan di awal pun jauh lebih galak. Namun sesuai judul, TTS tidak dicoba dalam DNA sportcar saja. Harus cocok untuk harian, ternyata karakter dual-clutch-nya tidak kikuk di kecepatan rendah, dengan perpindahan yang tetap halus.

Melewati gundukan pun, suspensi Magnetic Ride yang beroperasi dengan mengatur tingkat kekentalan oli sokbreker dari arus listrik, juga membuat bantingan sekilas tidak terasa sekeras mobil sport seharusnya.  Sano/otomotifnet.com

Data Spesifikasi:
Mesin: 4-silinder segaris dengan Direct Injection Petrol, Turbocharger dan Intercooler
Kapasitas: 1.984 cc
Rasio Kompresi: 9,6 : 1
Layout Mesin: Mesin Depan Penggerak Empat Roda
Output Maksimum: 306 dk @ 5.800 – 6.200 rpm
Torsi Maksimum: 380 Nm @ 1.800 – 5.700 rpm
Transmisi: Kopling Ganda 6-percepatan S tronic
Dimensi (p x l x t): 4.191 mm x 1.832 mm x 1.343 mm
Wheelbase: 2.505 mm
Radius Putar: 5,48 m
Sistem kemudi: Audi Servotronic Speed-Sensitive Power Steering
Suspensi Depan: McPherson Strut dengan Aluminium Subframe, Three-Point Lower Control Arm, Tubular Anti-roll Bar dan Magnetic Ride Suspension
Suspensi Belakang: Four-Link dengan Tubular Anti-roll Bar dan Magnetic Ride Suspension
Rem Depan/Belakang: Cakram Ventilasi/Cakram Ventilasi dengan ESC, ABS, EBS, EDL dan ASR
Ukuran Ban: 245/35R19 Hankook Ventus S1 evo2
Berat (kosong/gross): 1.460 / 1.785 kg
Kapasitas Tangki: 55 liter
Harga: Rp 1.825.000.000 on the road Jakarta