Trouble Shooting Turing Mudik Lebaran, 4 Kerusakan Motor Ini Mungkin Terjadi, Temukan Solusinya Di Sini

Kamis, 22 Juni 2017 | 00:10 WIB

Jakarta - Nasib sial tak bisa dicegah saat turing mengisi liburan mudik lebaran, tunggangan malah mengalami masalah.  Semoga beberapa tips ini, bisa jadi bekal di jalan sehingga perjalanan lebih aman dan nyaman sampai tujuan. Aant/otomotifnet.com

1. Kabel Kopling Bocor

Bila sekian lama kabel gas atau kopling tidak diganti, maka bisa jadi di jalan putus. Bagaimana penanganannya? 

Tentu mesti terpaksa harus cari toko spare part, dan jika tidak dapat cara daruratnya pakai kabel Vespa.

“Beli kabel kopling Vespa sekalian nipel penguncinya. Ganti kabelnya saja, selongsongnya pakai aslinya,” terang Agustinus Purwanto, mekanik Nero Speed di Purwokerto. Harganya tidak sampai Rp 10 ribu. 

( BACA JUGA : Trouble Shooting Turing Mudik Lebaran, Kalau Motor Mogok dan Brebet Apa Yang Harus Dilakukan? )

2. Tangki Bocor

Pengguna motor sport yang telah berumur seperti Honda Tiger atau MegaPro, ada kemungkinan tangkinya bocor karena karat. Nah jika mengalami hal ini di jalan, jangan panik. Sambangi saja warung terdekat dan beli sabun mandi batangan.
 
“Potong sedikit sabun mandi, lalu tempelkan ke tangki yang bocor,” terang Agus sapaan Agustinus. Nah perjalanan bisa dilanjutkan deh! Kalau sudah sampai tujuan, jangan ditunda! segera ditambah pakai las atau ganti tangki baru.

Bohlam Putus

3. Bohlam Putus

Turing kadang jalan malam, jika tiba-tiba lampu putus tentu jadi malapetaka. “Kalau putus, langsung pindah saklar ke lampu jauh, biasanya kan gak langsung putus keduanya,” saran Albert Juno, dari JYC Motorbikes di Cibubur, Jaktim.

Setelah itu sebaiknya lakukan penggantian bohlam, maka sangat disarankan untuk membawa bohlam cadangan.

Untuk motor masa kini, banyak yang bohlamnya sama dengan mobil, tipe H4 atau H7 jadi bisa beli di bengkel mobil.

Ban Bocor

4. Ban Bocor

Kalau mengalami ban bocor, memang terpaksa pasrah cari tukang tambal ban. Tapi sebelum itu, ada saran dari Asep untuk motor yang pakai ban bukan tubeless atau tube type, kasih saja cairan penambal ban. 

“Memang jadi kurang nyaman, tapi jika kena paku tidak mudah bocor, jadi lebih aman,” terangnya.Sementara untuk pengguna ban tubeless tentu lebih aman, asalkan paku tidak dicabut, maka keluarnya angin dari ban akan berlangsung secara perlahan. Setelah ketemu tukang tambal, baru deh dicabut dan ditambal.

“Kalau pengguna motor besar yang ada lighter-nya, bisa juga bawa tubeless repair kit termasuk pompa mini, jadi bisa nambal sendiri,” ujar Juno.