Upgrade Performa Mobil Diesel Biar Akselerasi & Top Speednya Nambah!

Sabtu, 5 Agustus 2017 | 17:44 WIB

Jakarta - Pengguna mobil bermesin diesel, kerap mengeluh akselerasi dan top speed tidak sekencang mobil bensin. Akselerasi mobil bermesin diesel yang kerap dianggap tak seresponsif mobil bensin, itu karena kenaikan putaran mesin diesel agak lambat. Ditambah, rpm maksimum mesin penenggak solar umumnya tak setinggi mesin bensin.
 
Itu yang dirasakan Al-Fitra pada Nissan Frontier 2005 miliknya. Lha, masak tarikan Frontier lelet? "Karena mesin diesel bawaan bermasalah, saya lakukan engine swap pakai mesin Isuzu Panther pick up 2.500 cc keluaran 1997, yang belum pakai turbo," paparnya. Ealahh..pantes!
 
Memang sih setelah proses pemasangan, top speed masih bisa mencapai 120 km/jam dengan konsumsi solar yang irit. Dipakai mudik Lebaran beberapa lalu lewat tol Cipali, rata-rata pemakain solar 12-14 km/liter.
 
Tapi, tetap saja mesin 2.500 cc non turbo, dirasa masih loyo menarik double cabin yang lebih dari 2 ton itu. Mengakali itu, ia memutuskan meng-upgrade performa mesin Panther tersebut.
 
Tadinya ia kepikiran mau pasang turbo. Namun disarankan oleh Giok Can dari Betawi Diesel, lebih baik dinaikkan saja performanya. “Dijamin seperti pakai turbo tapi mudah dalam perawatan. Cukup dengan tiga cara ini,” yakin Giok Can, yang sudah 30 tahun menangani mesin diesel. Aong/Otomotifnet.com
Paking lama tebal 1,6 mm diganti pakai yang 1,4 mm
Naik Kompresi
 
Langkah menaikkan rasio kompresi, agar ledakan yang dihasilkan dari pembakaran makin besar. Caranya, Giok Can mengganti paking kepala silinder agar ruang bakar sedikit menyempit. Supaya putaran mesin lebih cepat naik dan akselerasi mobil lebih cepat.
 
Paking head sebelumnya punya tebal 1,6 mm, diganti pakai yang lebih tipis 0,2 mm alias jadi 1,4 mm. Nah, karena di pasaran tidak ada paking yang lebih tipis, akhirnya harus pesan. “Yang perlu diperhatikan, jangan kelewat tipis bikin paking. Berakibat ngelitik dan bikin panas mesin,” jelas lelaki yang punya 3 bengkel khusus diesel ini.
Rpm spring diganti lebih keras supaya suplai solar stabil sampai rpm tinggi
 
Suplai Solar Hingga Rpm Tinggi
 
Tinggal mengail top speed agar meningkat. Caranya, suplai solar disetting supaya bisa dilayani sampai rpm tinggi. Otomatis putaran mesin bertambah. Beruntung Giok Can jago soal injection pump atau pompa injeksi. Karena memang bengkelnya khusus menangani servis injection pump dan nosel diesel.
 
Jadi, cukup mudah dalam setting suplai bahan bakar. Nah, agar suplai solar bisa melayani sampai rpm tinggi, injection pump oleh Giko diseting ulang. Ada dua pegas di dalam injection pump yang perlu diganti.
 
Pertama, pegas atau spring rpm. “Diganti dengan yang lebih keras, agar suplai bahan bakar stabil sampai rpm tinggi,” jelas Giok Can yang kini sering di bengkel Betawi Diesel Jl. Kesehatan Blok L, No. 2, Batu Ceper, Kota Tangerang, Banten.
 
Pegas injection pump lainnya yang perlu diganti yaitu idle spring. Pegas ini fungsinya agar rpm mesin tidak turun ketika ada beban. Misalnya pada putaran mesin rendah ada beban AC dan beban pompa power steering ketika setir dibelokkan abis.
 
Idle spring juga diganti lebih keras agar kuat menahan beban dan nanjak
Seting Nah Pur
 
Untuk mendapatkan performa mesin diesel yang maksimal, setting timing semprotan solar harus pas. Ini bisa diakali dengan menyetel nah-pur atau maju-mundur semprotan solar. 
 
Sebelumnya, kendorkan dulu baut pengikat injection pump, agar bisa diputar-putar untuk mendapatkan pembakaran pas yang bisa diamati dari suara mesin. Bila pembakaran kelewat maju atau pur, suara mesin akan ngelitik atau kasar.
 
Memang sih putaran mesin cepat naiknya, tapi jika digas timbul asap putih. Sebaliknya, jika pembakaran kelewat mundur, membuat putaran mesin susah naik juga asap hitam walau suara mesin kedengaran halus.
 
Ada lagi yang perlu diakali. Agar nafas mesin panjang, pembakaran jangan kelewat maju atau kelewat awal. Giok Can mematikan salah satu fungsi sistem timing gir.
 
Mesin Panther 2.500 cc non turbo dibuat berasa pakai turbo
Hasil Tes
 
Sebelum melakukan ubahan pada mesin, Giok Can melakukan pengukuran putaran mesin. Diukur mengunakan takometer digital supaya akurat. Pengukuran dilakukan pada puli power steering karena jika dilakukan di puli kruk as susah terhalang radiator dan lainnya.
 
Kondisi mobil diam dan mesin digas pol didapatkan rpm mesin terukur di angka 6.200. “Setelah dilakukan upgrade, terjadi peningkatan rpm mesin jadi 6.900,” jelas Giok Can yang sekarang banyak menangani mesin kapal laut dan truk besar itu.
 
Pengukuran di jalanan juga dilakukan. Sebelum upgrade, saat digeber di tol, pada spidometer terlihat kecepatan maksimum hanya mentok di 120 km/jam. Setelah upgrade bisa tembus 140 km/jam. Nah, untuk info jelasnya, silahkan deh kontak Betawi Diesel di 0812-9209-146.