Toyota Avanza G 1.3 2012, 0 – 100 KM/Jam Bisa Tembus 11,5 Detik!

Andhika Arthawijaya - Minggu, 26 April 2020 | 23:00 WIB

Toyota Avanza G 1.3 milik Anton ini terlihat standar, tapi larinya beringas (Andhika Arthawijaya - )

Otomotifnet.com - Biasanya mobil kalau jam terbangnya sudah tinggi, pasti performanya akan menurun.

Ciri-ciri performa mesin turun, bisa dirasakan dari kemampuan akselerasinya yang mulai lemot.

Beda dengan Toyota Avanza G 1.3 keluaran 2012 bertransmisi manual 5-percepatan milik Anton Kusuma ini.

Otomotifnet.com sampai kaget ketika menguji akselerasi mobil sejuta umat milik Anton ini.

Baca Juga: Mau Beli Toyota Kijang Grand Innova Bekas? Perhatikan Hal-Hal Ini!

Waktu pedal gasnya diinjak sedikit saja, entakan tenaganya seperti bukan aslinya low MPV berkapasitas 1.300 cc keluaran Toyota.

Mungkin kalau hanya menggambarkan entakan tenaga saat akselerasi, belum bisa dianggap sah.

Karena penasaran, otomotifnet.com minta diukur akselerasinya menggunakan alat.

“Silahkan dites langsung aja bos. Ini mesinnya masih standar loh, belum dikorek,” tantang sang pemilik yang berdomisili di Palmerah, Jakarta Barat ini.

Wussss… kami pun ngacir cari jalan lurus yang panjang dan sepi saat tengah malam.

Di tangan pun sudah siap kami jalankan aplikasi pengukur akselerasi.

Wroommmm..wroomm.. suara ngebas halus yang keluar dari muffler custom kemudian terdengar, sebagai tanda siap ancang-ancang untuk mulai start berlari.

Ciicitt..ciiciitt… terdengar bunyi ban belakang berdecit saat akselerasi dimulai, begitu juga ketika ganti gigi 2, uedyann.. gigi 2 masih bisa ngecit cuy!

Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Ada 4 macam kabel ground AccentWire yang dipasang di sistem kelistrikan mesin Avanza G 1.3 ini

Sampai akhirnya masuk gigi 4 dan di aplikasi pengukur akselerasi berbasis GPS sudah menunjukkan kecepatan di atas 100 km/jam, lari Avanza milik Anton ini pun kami perlambat.

Saat ditengok hasil pengukuran akselerasi di alat, buseeett.. tercatat di monitor pengukur akselerasi bernama Drag Racer tersebut, untuk mencapai kecepatan 100 km/jam dari kondisi diam (0 km/jam), ia hanya butuh waktu 11,5 detik.

Padahal saat kondisi baru, hasil tes Tabloid OTOMOTIF pada Avanza tipe ini, 0 – 100 km/jam butuh 14 detik.

Artinya, mampu dipangkas 2,5 detik. Sadis gak?

Baca Juga: Suzuki Splash Pakai Keyles Entry, Apakah Ini Varian Generasi Baru?

Nah, pasti Anda penasaran dengan ubahan yang dilakukan Anton.

Gue cuma modif header, tabung resonator dan muffler-nya. Lay out header-nya tetap 4-1, namun pipanya pakai yang agak besar dikit dari standarnya,” beber Anton.

“Lalu resonator-nya juga sedikit digedein dan tak lagi pakai katalis,” imbuh pria kelahiran 1987 ini.

Masih kata Anton, untuk pipa tengahnya tetap pakai bawaan mobil, namun muffler-nya diganti pakai hasil custom Budi Knalpot di Permata Hijau, Jaksel.

“Tak hanya itu, yang lumayan bikin tarikannya lebih ngacir lagi setelah gue pasang ground system keluaran AccentWire,” tukasnya.

Bukan hanya satu jenis AccentWire (AW) yang ia gunakan, “Gue pakai lima macam sekaligus, yaitu tipe Select 4, Gahar, Negatif, Coil dan E2RS,” papar Anton.

Untuk tipe Select 4, kabel nomor 1 ditanam di baut throttle body, nomor 2 di baut head cylinder dan nomor 3 di massa bodi.

Sedangkan terminal negatif dan positif-nya ditempel ke kepala aki.  

Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
AccentWire tipe D3 dipasang juga pada VVTi sensor dan MAF sensor, agar pembacaannya lebihakurat dan responsif

Sementara tipe coil yang modelnya socket to socket untuk mobil Toyota, dipasang pada semua soket koil di tiap-tiap silinder.

Lalu yang tipe negatif dihubungkannya ke altenator, sedangkan untuk yang tipe Gahar dipasang di head cylinder.

Kemudian beberapa sensor ditambahkan kabel AW D3, seperti di VVTi sensor, MAF sensor dan beberapa sensor lainnya.

“Sedangkan yang E2RS, dipasang di terminal positif dan negatif aki,” terang Anton panjang lebar.

Tujuan pemakaian beberapa jenis grounding system yang tenar disebut “Kabel Setan” ini, kata Anton untuk memperbaiki arus yang masuk dan keluar dari sensor-sensor, terutama arus negatifnya.

Sehingga sensor-sensor memberikan input yang lebih optimal ke ECU.

Selain itu, juga untuk memaksimalkan arus negatif yang terdapat pada ground, yang efeknya akan lebih memaksimalkan kinerja komponen kelistrikan yang ada di mobil. 

“Beda jauh tenaganya dengan sebelum gue aplikasi beberapa AW tersebut,” akunya.

Andhika Arthawijaya/Otomotifnet
Saluran buang mulai dari header hingga end mufller dicustom lebih plong

O iya, Toyota Avanza G 1.3 milik Anton ini sangat dikenal loh di kawasan Jalan Asia-Afrika, Senayan.

Konon mobil ini cukup sulit ditaklukkan di kelasnya!