Otomotifnet.com - Dalam fasilitas lalu lintas, kita sering menjumpai marka jalan berupa garis-garis putih yang berfungsi sebagai area penyeberangan pejalan kaki.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua tempat penyeberangan disebut zebra cross? Ada fasilitas lain yang disebut pelican cross.
Meskipun keduanya memiliki tujuan utama yang sama, yaitu menjamin keamanan pejalan kaki saat menyeberang jalan, terdapat perbedaan mendasar dari segi fitur, cara kerja, hingga penempatannya.
Berikut adalah ulasan lengkapnya.
Apa Itu Zebra Cross?
Zebra cross adalah jenis penyeberangan pejalan kaki yang paling umum dan sederhana.
Ciri utamanya adalah marka jalan berupa garis-garis putih membujur yang dicat di atas aspal hitam, menyerupai corak kulit zebra.
-
Cara Kerja: Pada zebra cross, pejalan kaki memiliki prioritas utama. Pengendara kendaraan bermotor wajib mengurangi kecepatan atau berhenti sepenuhnya ketika melihat ada pejalan kaki yang hendak atau sedang menyeberang.
-
Kelengkapan: Fasilitas ini umumnya tidak dilengkapi dengan lampu lalu lintas khusus penyeberang. Keamanan sepenuhnya bergantung pada kesadaran pengendara dan kewaspadaan pejalan kaki.
-
Penempatan: Biasanya dipasang di jalan-jalan dengan volume lalu lintas yang cenderung rendah hingga sedang, atau di area persimpangan yang sudah memiliki lampu lalu lintas reguler.
Apa Itu Pelican Cross?
Pelican cross sebenarnya merupakan singkatan dari Pedestrian Light Controlled Crossing.
Berbeda dengan zebra cross, fasilitas ini jauh lebih canggih karena dikendalikan secara elektronik.
-
Cara Kerja: Pejalan kaki yang ingin menyeberang harus menekan tombol yang tersedia pada tiang di pinggir jalan. Setelah tombol ditekan, sistem akan memproses permintaan tersebut. Lampu lalu lintas bagi kendaraan akan berubah menjadi merah, dan lampu bagi pejalan kaki akan berubah menjadi hijau (sering disertai suara alarm atau beeper).
-
Kelengkapan: Dilengkapi dengan lampu lalu lintas (merah, kuning, hijau untuk kendaraan, serta merah dan hijau dengan simbol orang untuk pejalan kaki), tombol pengaktif, dan marka jalan yang terkadang menyerupai zebra cross atau garis putus-putus.
-
Penempatan: Pelican cross biasanya dipasang di jalan raya yang lebar, memiliki arus lalu lintas yang sangat padat, dan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi, di mana menyeberang secara manual tanpa bantuan lampu akan sangat berbahaya.
Baca Juga: Wajib Tahu! Boleh Berhenti di Rambu Dilarang Parkir dengan Syarat Ini
Baca Juga: Rambu Penunjuk Jalan Warna Coklat Ternyata Hanya Menunjuk Ke Arah Ini
Baca Juga: Hijau dan Biru, Ini Arti Dua Warna Rambu Penunjuk Arah di Jalan Tol
Baca Juga: Segini Nilai Poin Tiap Pelanggaran Lalu Lintas, Paling Gede Kesalahan Ini
Perbandingan Utama
| Fitur Pembeda | Zebra Cross | Pelican Cross |
| Kontrol | Pasif (Hanya marka jalan) | Aktif (Lampu lalu lintas & Tombol) |
| Prioritas | Pejalan kaki langsung melangkah | Pejalan kaki menunggu lampu hijau |
| Biaya Fasilitas | Murah (Hanya cat marka) | Lebih mahal (Listrik & Perangkat elektronik) |
| Keamanan | Bergantung pada etika pengemudi | Lebih terjamin secara sistemik |
Mana yang Lebih Baik?
Kedua fasilitas ini memiliki fungsi yang saling melengkapi tergantung pada kondisi jalan.
Zebra cross sangat efektif di area perumahan atau sekolah yang arusnya tidak terlalu cepat.
Sementara itu, pelican cross adalah solusi terbaik untuk jalan protokol atau jalan utama di tengah kota guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal antara kendaraan dan pejalan kaki.
| Editor | : | Grid |
| Sumber | : | katadata.co.id |
KOMENTAR