Otomotifnet.com - Buat yang ingin memboyong Chevrolet Captiva seken tahun 2014-2019, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Rasim Rusdianto selaku Owner bengkel spesialis Chevrolet Mentari Motor di Jakarta Selatan, SUV 7 seater ini memiliki penyakit di sisi pelumasan mesinnya.
"Penyakit Chevrolet Captiva diesel facelift 2014 ke bawah ini palingan olinya sering habis, istilahnya ngantong gitu karena kompresinya bocor, ada bagian yang aus sehingga liner silindernya kena," sebutnya (6/5/2021).
"Efeknya oli mesin gampang habis karena cepat berkurangnya. Jadi pengguna harus sering-sering cek oli," lanjut Rasim.
Menurutnya, penyakit Chevrolet Captiva ini akibat masa penggantian oli yang kurang diperhatikan.
"Anjuran ganti oli mesin di manual book itu tiap 10.000 km, ini kayaknya enggak cocok di negara kita. Sebab mungkin bahan bakarnya kurang cocok sama cuaca di sini yang lebih panas dari negara asalnya," paparnya.
"Ciri-ciri masalah ini paling mudah dilihat saat ganti oli dan dicek ternyata oli sudah berkurangnya banyak. Hal itu kan sudah indikasi performa mesinnya enggak bagus," lanjut Rasim.
Karena itu ia menyebut, pemilik Captiva disarankan ganti oli mesin setiap 5.000 km atau 6 bulan dilihat dari mana dahulu yang tercapai.
Selanjutnya Rasim menyampaikan, masalah di Chevrolet Captiva tersebut bisa dihindari dengan cara mengecek dan menambah kapasitas olinya.
"Selain itu, bisa dengan overhoul dengan biaya sekitar Rp 15 juta. Namun overhoul ini dengan catatan kondisi mesin belum sampai rontok. Jika sudah rontok karena oli kering dan tidak terlumasi, biayanya bisa sekitar Rp 50 jutaan," tutupnya.