Sabar, Mau Beli Honda BR-V Gen Pertama Wajib Ketahui Penyakit Khasnya

Ferdian,Muslimin Trisyuliono - Minggu, 6 November 2022 | 17:15 WIB

Ilustrasi Honda BR-V bekas harga Rp 150 jutaan (Ferdian,Muslimin Trisyuliono - )

Otomotifnet.com - Buat yang kepengin boyong Honda BR-V generasi pertama, jangan buru-buru beli.

Lihat dulu panduannya biar enggak dapat unit rewel.

Menurut Tri Pranoto, owner bengkel spesialis Honda Clinic Pradana di Depok, Jawa Barat, hal pertama yang harus diperhatikan adalah transmisi matik dari BR-V yang jadi incaran.

"Paling utama transmisi matik semua berjalan normal di saat awal perpindahan gigi dari N ke D, ada delay atau tidak," ujar Tri (5/11/2022).

Sebab menurutnya, salah satu penyakit khas yang ada pada Honda BR-V generasi pertama ini ada di transmisi matik.

"Kami pernah tangani beberapa kasus di atas 5 unit itu CVT rontok. Penyebabnya karena penggantian oli transmisinya per 40.000 km," ucap Tri.

"Kenyataan di Jakarta dengan kondisi stop and go dan cuaca panas disarankan penggantian oli dipercepat di 20.000 km," sambungnya.

Terlepas dari itu, sobat bisa bergeser ke pengecekan fisik sama seperti mobil pada umumnya mulai dari bagian bodi, interior hingga tes jalan.

Bagi yang kurang pede melakukan pengecekan sendiri, bengkel Honda Clinic Pradana juga menerima jasa pengecekan BR-V incaran dengan biaya Rp 200 ribu.

"Pengecekan secara menyeluruh segi mesin, tingkat kebocoran oli, suara mesin, matik, elektrikal termasuk scan dan cek kolong pakai lift," ungkapnya.