Mitos atau Fakta, Ban Mobil Punya Masa Kedaluwarsa, Ini Penjelasannya

Konten Grid - Senin, 19 Januari 2026 | 12:20 WIB

Ban Mobil (Konten Grid - )

Otomotifnet.com - Banyak pemilik kendaraan yang hingga kini masih ragu mengenai masa pakai ban mereka.

Muncul anggapan bahwa ban memiliki tanggal kedaluwarsa layaknya bahan makanan.

Ternyata itu hanyalah mitos belaka.

Faktanya, secara teknis, tidak ada aturan baku atau batasan waktu yang menyatakan kapan sebuah ban tidak lagi boleh digunakan.

Mengapa Ban Tidak Bisa Basi?

Berbeda dengan makanan yang bisa membusuk dalam hitungan hari, ban terbuat dari campuran kompleks karet alam, karet sintetis, serta lebih dari 120 komponen material lainnya.

Seluruh material ini telah melalui proses pematangan yang sempurna saat diproduksi.

Oleh karena itu, ban tidak akan basi atau kehilangan fungsi kimianya hanya karena faktor waktu saja.

Faktor Kerusakan: Bukan Usia, Tapi Perawatan

Meski tidak memiliki masa kedaluwarsa, ban tetap merupakan komponen yang bisa mengalami kerusakan.

Penurunan kualitas ban biasanya dipicu oleh tiga faktor utama:

Banyak orang mengira ban yang mengeras setelah tiga tahun adalah tanda kedaluwarsa.

Padahal, pengerasan karet adalah hal yang wajar akibat penggunaan rutin.

Selama profil ban masih tebal dan tidak ada kerusakan struktur, ban tersebut tetap layak digunakan.

Baca Juga: Ternyata Penting, Ini Arti Dari Simbol Titik Merah di Ban Mobil

Baca Juga: Catat, Inilah Rekomendasi Ban Mobil Yang Cocok Untuk Musim Hujan

Baca Juga: Kenapa Dilarang Ganti Ban Mobil Satuan? Resiko Ini Bisa Menghantui

Baca Juga: 3 Cara Merawat Ban Mobil Agar Lebih Panjang Umur, Nomor 2 Ampuh Banget

Bahaya Ban yang Kurang Gerak

Hal yang unik adalah ban justru bisa lebih cepat rusak jika hanya berdiam diri.

Ban cadangan atau kendaraan yang terlalu lama disimpan di garasi tanpa digerakkan justru berisiko mengalami kerusakan struktural lebih cepat dibandingkan ban yang aktif digunakan.

Meskipun disimpan di tempat sejuk yang terhindar dari panas dan hujan, ban tetap membutuhkan pergerakan untuk menjaga elastisitasnya.

Ibarat mesin, ban yang terus bekerja justru akan lebih terjaga performanya dibandingkan ban yang hanya dibiarkan menua dalam diam.