Bisa Sebabkan Bahaya, Perhatikan 3 Bagian Ban Mobil Saat Musim Hujan

Grid Content Team - Jumat, 23 Januari 2026 | 17:18 WIB

ban mobil

"Yang jadi masalah jika kurang tekanan angin ban, grip tidak bisa maksimal," ungkapnya.

Menurutnya, kurangnya tekanan angin ban membuat area tapak ban tidak menempel sempurna di permukaan jalan.

Sisi tengah tapak ban mobil cenderung terangkat, yang menempel hanya di sisi pinggir tapak ban.

"Permukaan tapak ban yang tidak menempel sempurna mengurangi cengkeraman dan menyingkirkan air," jelas Sugiartono.

2. Ketebalan Tapak Ban

Terkait ketebalan tapak ban mobil Mochammad Fachrul Rozi, yang pada saat itu merupakan seorang Customer Engineering Support Michelin Indonesia, menegaskan.

"Jangan sampai kedalaman groove (alur ban) di bawah 1 mm dari batas atas TWI," tegasnya.

Masih menurutnya, sekalipun tapak ban mobil sudah rata dengan tonjolan TWI masih terdapat cekungan groove.

Hanya saja, itu sudah melebihi batas kedalaman groove untuk pemakaian di jalan basah.

"Evakuasi air sangat minim sehingga genangan air yang dilewati sulit terpecah, membuat grip licin," jelas Rozi.

3. Usia Ban

Usia ban mobil berdasarkan dari kode produksi berpengaruh pada kondisi kompon karet.

Menurut Dedi Setiawan dari bengkel spesialis pelek Permaisuri Ban, Mahakam, Jakarta Selatan, semakin lama usia ban kompon karet cenderung mengeras.

"Kompon karet tapak ban mengeras mudah mengalami getas dan retak," kata Dedi.

"Blok tapak ban juga sudah kurang lengket mencengkeram permukaan jalan," imbuhnya.

Untuk itu perhatikan jika usia ban mobil sudah mendekati 5 tahun, sekalipun kondisi tapak ban masih bagus.

"Sebaiknya ganti baru keempatnya agar fungsi dan performanya seimbang," saran Dedi.

YANG LAINNYA