6 Cara Efektif Mengenali Ciri-Ciri Oli Palsu, Jangan Tertipu

Opti Masigri - Kamis, 5 Februari 2026 | 12:50 WIB

Temuan Oli Palsu di Kembangan, Jakarta Barat

Salah satu tanda awal oli palsu adalah harga yang terlalu murah sering kali 30%–50% lebih rendah dibanding harga pasaran. Produsen oli palsu umumnya menawarkan harga super rendah untuk menarik pembeli, tetapi kualitasnya tentu tidak sebanding dengan oli asli.

2. Kemasan dan Segel Tidak Rapi atau Murah

Kemasan oli asli umumnya menggunakan botol baru yang bersih dengan warna cerah dan desain yang rapi. Tutup botol oli asli sering dirancang hanya sekali pakai dan dilengkapi segel kokoh. Sebaliknya, oli palsu cenderung:

Menggunakan botol bekas, penyok atau tergores, labelnya terlihat murahan, buram, atau bukan berbahan vinyl berkualitas serta tidak memiliki seal pengaman atau tutup yang longgar.

3. Tidak Ada Kode Produksi atau Berbeda

Oli asli selalu mencantumkan kode produksi dan tanggal pembuatan pada kemasan. Kode ini biasanya sama antara cap botol dan badan botol serta bisa diverifikasi dengan pabrikan. Oli palsu sering tidak memiliki kode produksi sama sekali dan kode yang tidak konsisten atau tidak valid.

4. Tidak Ada Fitur Keamanan Tambahan

Banyak oli asli dilengkapi dengan fitur antikloning seperti hologram khusus, barcode atau QR code yang dapat dipindai. Fitur-fitur ini membantu konsumen memverifikasi keaslian produk melalui alat atau aplikasi resmi dari pabrikan.

5. Warna, Bau, dan Tekstur Oli

Kualitas oli asli dan palsu dapat terlihat dari karakteristik fisiknya, oli asli biasanya memiliki warna yang jelas, seperti kuning keemasan atau coklat cerah. Tetapi oli palsu sering terlihat lebih keruh atau hitam pekat.

YANG LAINNYA