Otomotifnet.com - Oli mesin merupakan komponen krusial dalam menjaga kinerja dan umur panjang kendaraan, baik motor maupun mobil.
Oli yang berkualitas melindungi bagian-bagian mesin dari gesekan, panas berlebih, dan keausan. Namun, dengan maraknya peredaran oli palsu di pasaran, konsumen perlu sangat waspada agar tidak salah membeli produk yang dapat merusak mesin kendaraan Anda.
Mengapa Oli Palsu Berbahaya?
Oli palsu biasanya tidak diproduksi dengan standar kualitas yang sama seperti oli asli dari pabrikan resmi. Oli palsu sering dibuat oleh pihak tak berizin dan tidak melalui uji kualitas yang benar. Akibatnya, lapisan pelindung yang dihasilkan tidak optimal sehingga komponen mesin cepat aus.
Oli palsu sering tidak memiliki kemampuan pendinginan yang memadai, menyebabkan mesin cepat panas. Performa mesin menurun serta konsumsi bahan bakar menjadi tidak efisien.
Biaya perbaikan mesin akibat kerusakan oli palsu seringkali jauh lebih tinggi dibandingkan harga oli asli itu sendiri.
Karena itu, penting untuk mengetahui cara membedakan oli asli dan palsu agar kendaraan tetap aman dan awet.
Ciri-Ciri Oli Palsu dan Cara Membedakannya
Yu kita kenali ciri-ciri oli palsu yang bisa Anda perhatikan saat membeli oli untuk kendaraan Anda, melansir dari astraotopart ada tanda-tanda yg sebenarnya bisa kita kenali.
1. Harga Jauh Lebih Murah dari Pasaran
Salah satu tanda awal oli palsu adalah harga yang terlalu murah sering kali 30%–50% lebih rendah dibanding harga pasaran. Produsen oli palsu umumnya menawarkan harga super rendah untuk menarik pembeli, tetapi kualitasnya tentu tidak sebanding dengan oli asli.
2. Kemasan dan Segel Tidak Rapi atau Murah
Kemasan oli asli umumnya menggunakan botol baru yang bersih dengan warna cerah dan desain yang rapi. Tutup botol oli asli sering dirancang hanya sekali pakai dan dilengkapi segel kokoh. Sebaliknya, oli palsu cenderung:
Menggunakan botol bekas, penyok atau tergores, labelnya terlihat murahan, buram, atau bukan berbahan vinyl berkualitas serta tidak memiliki seal pengaman atau tutup yang longgar.
3. Tidak Ada Kode Produksi atau Berbeda
Oli asli selalu mencantumkan kode produksi dan tanggal pembuatan pada kemasan. Kode ini biasanya sama antara cap botol dan badan botol serta bisa diverifikasi dengan pabrikan. Oli palsu sering tidak memiliki kode produksi sama sekali dan kode yang tidak konsisten atau tidak valid.
4. Tidak Ada Fitur Keamanan Tambahan
Banyak oli asli dilengkapi dengan fitur antikloning seperti hologram khusus, barcode atau QR code yang dapat dipindai. Fitur-fitur ini membantu konsumen memverifikasi keaslian produk melalui alat atau aplikasi resmi dari pabrikan.
5. Warna, Bau, dan Tekstur Oli
Kualitas oli asli dan palsu dapat terlihat dari karakteristik fisiknya, oli asli biasanya memiliki warna yang jelas, seperti kuning keemasan atau coklat cerah. Tetapi oli palsu sering terlihat lebih keruh atau hitam pekat.
Oli palsu sering memiliki bau yang tajam atau aneh, bahkan seperti bahan kimia atau terbakar, sedangkan oli asli cenderung memiliki bau ringan khas petroleum.
Jika dioleskan atau digenggam, oli palsu terasa lebih lengket atau tidak homogen. Ini menandakan kualitas aditif yang buruk atau kontaminasi.
6. Viskositas yang Tidak Sesuai Standar
Oli asli diproduksi dengan viskositas yang konsisten sesuai labelnya (mis. 5W-30 atau 10W-40). Oli palsu sering memiliki viskositas yang tidak sesuai atau berubah ketika diuji suhu dingin/ruangan. Uji sederhana seperti menuang sedikit oli di permukaan bening atau merasakan alirannya dapat membantu menilai apakah oli tersebut asli atau tidak.
Untuk menghindari terjebak oli palsu, ini beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam membeli oli.
Beli dari Tempat Terpercaya, selalu beli oli dari bengkel resmi, dealer, atau toko suku cadang yang dikenal. Hindari membeli dari penjual yang kurang jelas atau tawaran online yang terlalu murah tanpa reputasi yang kuat.
Periksa Kemasan dan Fitur Autentikasi, perhatikan hologram, QR code, stiker keamanan, serta kode produksi. Jika memungkinkan, cek kode tersebut di situs resmi pabrikan oli.
Cek Warna, Bau, dan Tekstur Oli,saat oli dibuka, lakukan pemeriksaan visual sederhana. Warna yang terlalu gelap, bau tajam, atau tekstur lengket dapat menjadi pertanda buruk.
Bandingkan Harga dengan Harga Pasaran, harga oli yang terlalu murah sering kali patut dicurigai. Harga oli asli biasanya stabil dan tidak bervariasi terlalu ekstrem antar penjual resmi.
Hati-hati ya otomania.
Baca Juga: Knalpot Mobil Terdeteksi Bocor? Cek Sendiri Pakai 2 Cara Praktis Ini
Baca Juga: Jangan Asal ganti Pelek Aftermarket, Perhatikan 3 Hal Ini Dulu, Simak