Oli palsu sering memiliki bau yang tajam atau aneh, bahkan seperti bahan kimia atau terbakar, sedangkan oli asli cenderung memiliki bau ringan khas petroleum.
Jika dioleskan atau digenggam, oli palsu terasa lebih lengket atau tidak homogen. Ini menandakan kualitas aditif yang buruk atau kontaminasi.
6. Viskositas yang Tidak Sesuai Standar
Oli asli diproduksi dengan viskositas yang konsisten sesuai labelnya (mis. 5W-30 atau 10W-40). Oli palsu sering memiliki viskositas yang tidak sesuai atau berubah ketika diuji suhu dingin/ruangan. Uji sederhana seperti menuang sedikit oli di permukaan bening atau merasakan alirannya dapat membantu menilai apakah oli tersebut asli atau tidak.
Untuk menghindari terjebak oli palsu, ini beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam membeli oli.
Beli dari Tempat Terpercaya, selalu beli oli dari bengkel resmi, dealer, atau toko suku cadang yang dikenal. Hindari membeli dari penjual yang kurang jelas atau tawaran online yang terlalu murah tanpa reputasi yang kuat.
Periksa Kemasan dan Fitur Autentikasi, perhatikan hologram, QR code, stiker keamanan, serta kode produksi. Jika memungkinkan, cek kode tersebut di situs resmi pabrikan oli.
Cek Warna, Bau, dan Tekstur Oli,saat oli dibuka, lakukan pemeriksaan visual sederhana. Warna yang terlalu gelap, bau tajam, atau tekstur lengket dapat menjadi pertanda buruk.
Bandingkan Harga dengan Harga Pasaran, harga oli yang terlalu murah sering kali patut dicurigai. Harga oli asli biasanya stabil dan tidak bervariasi terlalu ekstrem antar penjual resmi.
Hati-hati ya otomania.
Baca Juga: Knalpot Mobil Terdeteksi Bocor? Cek Sendiri Pakai 2 Cara Praktis Ini
Baca Juga: Jangan Asal ganti Pelek Aftermarket, Perhatikan 3 Hal Ini Dulu, Simak