Otomotifnet.com - Ban merupakan satu-satunya titik kontak antara kendaraan dengan aspal, menjadikannya komponen keselamatan yang paling krusial.
Namun, banyak pemilik kendaraan yang masih keliru mengenai cara menjaga kesehatan ban agar tetap awet dan tidak mudah meledak, terutama saat menempuh perjalanan jauh.
Muncul anggapan bahwa menguras dan mengganti angin setiap jarak 70 hingga 100 km dapat membuat ban lebih awet.
Namun, secara teknis, langkah ini perlu dipahami lebih dalam:
-
Fenomena Tekanan Ban: Saat kendaraan dipacu secara terus-menerus, terjadi gesekan antara ban dan jalan yang menghasilkan panas.
Suhu tinggi ini menyebabkan udara di dalam ban memuai, sehingga tekanan ban meningkat secara alami.
-
Perlukah Dikuras? Menguras total angin di tengah perjalanan sebenarnya tidak terlalu diperlukan.
Hal yang jauh lebih krusial adalah mengistirahatkan ban.
Dengan berhenti sejenak, Anda memberi kesempatan bagi suhu material karet dan udara di dalamnya untuk kembali ke titik normal (stabil).
Jika ban dipaksa bekerja tanpa henti, kenaikan tekanan yang ekstrem dapat memicu risiko berikut:
-
Risiko Ban Pecah: Tekanan yang terlalu tinggi melebihi batas toleransi struktur ban dapat menyebabkan ban meledak secara tiba-tiba.
-
Keausan Tidak Merata: Ban yang terlalu keras akan menonjol di bagian tengah, menyebabkan permukaan ban cepat gundul tidak merata.
-
Hilangnya Traksi: Tekanan yang terlalu tinggi memperkecil area kontak ban dengan jalan, sehingga daya cengkeram berkurang.
Baca Juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Fungsi Bulatan Kuning dan Merah di Ban Mobil
Baca Juga: 7 Penyebab Utama Kenapa Ban Mobil Kempes, Kenali Sebelum Jadi Masalah
Baca Juga: Jangan Remeh, Ini Standar Ideal Tekanan Ban Mobil Honda Brio Biar Aman
Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Ini Fungsi Rambut Halus Pada Ban Mobil
Tips Perawatan Ban yang Benar
Daripada sekadar mengganti angin di sela perjalanan, lakukan langkah preventif berikut:
-
Cek Tekanan Sebelum Berangkat: Pastikan tekanan ban dalam kondisi dingin sesuai dengan standar yang tertera pada sticker di pilar pintu mobil.
-
Gunakan Nitrogen: Untuk perjalanan jauh, penggunaan nitrogen sangat disarankan karena sifat suhunya yang lebih stabil dan tidak cepat memuai dibandingkan angin biasa.
-
Istirahat Berkala: Setiap 2 hingga 3 jam perjalanan, berhentilah selama 15-30 menit. Selain untuk keamanan pengemudi, ini adalah waktu krusial bagi ban untuk membuang panas berlebih.