Otomotifnet.com - Zaman sekarang, hampir semua motor yang dikeluarkan oleh pabrikan sudah menggunakan teknologi injeksi atau FI (Fuel Injection).
Namun banyak orang yang saat menyalakan motor injeksi dengan buru-buru, memperlakukannya sama seperti motor dengan teknologi karburator.
Padahal, kalau motor dengan sistem pembakaran injeksi dinyalakan tanpa menunggu indikator injeksi mati, ECU motor bisa rusak, meski dalam jangka waktu yang tak bisa ditentukan.
"Ibarat tubuh manusia yang baru bangun tidur, mesin butuh waktu untuk beraktivitas. ECU harus memastikan semua sensor berfungsi sebelum bekerja," ucap Slamet Kasianom, Instruktur Yamaha Technical Academy PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing pada saat itu.
Baca Juga: Indikator Check Engine Yamaha NMAX Nyala Setelah Ganti Aki? Ini Sebabnya
"Kalau lagi tidur dibangunkan dengan kaget pasti kepala pusing kan? Di mesin pun sama, tapi efeknya tidak bisa langsung dirasakan," tambahnya.
Agar ECU ini tidak kaget atau bermasalah, alangkah baiknya kita bersabar sedikit selama maksimal 5 detik setelah kontak diputar ke posisi On atau setelah indikator injeksi mati.
"Memperbesar peluang kerusakan ECU itu pasti. Karena ECU terus menerus dipaksa bekerja dalam kondisi tidak siap. Kalau sensor tidak akan terkena dampaknya. Hanya ECU saja yang bermasalah sebagai otak di sistem injeksi," ucap Slamet.
Meski belum pernah terjadi kerusakan ECU gara-gara motor injeksi dinyalakan terlalu cepat tanpa menunggu indikator injeksi mati, namun apa salahnya jika kita meniru istilah lebih baik mencegah daripada mengobati.
Baca Juga: Jangan Salah, Arti Huruf E Pada Indikator Bahan Bakar Ternyata Bukan Kosong