Kecelakaan Lamborghini Surabaya, 'Seharusnya' Tidak Sliding

Sabtu, 12 Desember 2015 | 10:50 WIB

Surabaya- Kecelakaan maut yang disebabkan oleh tidak bisa dikendalikannya laju Lamborghini Gallardo “Super Trofeo Stradale” yang menewaskan 1 orang dan membuat 2 orang lainnya luka parah terjadi akhir pekan lalu di Surabaya (29/11).

Pihak Polrestabes Surabaya bersama tim dari Polda Jatim masih memproses sejumlah temuan serta pemeriksaan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Termasuk mengumpulkan sejumlah bukti yang didapat dari rekaman CCTV dari bangunan seputaran lokasi kejadian.

Dari rekaman yang sempat dilihat juga oleh Otomotifnet pekan lalu terlalu bagaimana detik-detik dua supercar melaju cepat di jalan yang basah usai diguyur hujan malam sebelum kejadian.

I Komang Ferry, peslalom nasional dan instruktur Darma Safety Drive Surabaya, yang diminta pihak kepolisian menjadi saksi ahli mengamini kejadian tersebut.

"Berdasarkan pantauan CCTV, kedua supercar itu dipacu kencang. Terlihat dari sliding-nya Lamborghini dan saat menyalip sebuah taksi. Besar kemungkinan (lajunya) di atas 80 kpj. Ditambah perpindahan lajur dari kiri yang kering ke lajur tengah yang masih basah, traksinya sudah berbeda. Apalagi kemampuan mengantisipasi keadaan si pengemudi yang tidak bagus dan pengalaman mengendarai supercar yang kurang," jelas pria yang juga menjabat Kabid Roda 4 Pengda IMI Jatim ini.

Dari melihat rekaman CCTV itu terlihat kalau Lamborghini berwarna gelap itu 'mengejar' supercar yang lain yaitu Ferrari 458 “Italia”.  

Soal munculnya info kalau airbag mengembang beberapa detik sebelum terjadi tabrakan maut yang mengakibatkan hilang pandangan juga ditepis Komang.

"Sensor airbag itu ada di bagian depan mobil. Sensor akan membaca apabila terjadi tabrakan frontal dari depan. Jika tabrakannya dari samping airbag tidak akan mengembang," terangnya.

Memang masih menjadi misteri, mengapa Lamborghini yang dikenal punya sistem kontrol traksi terbaik di kelasnya sampai bisa melintir.

Editor : erie
loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA