Test Drive Honda BR-V Prestige CVT

Senin, 7 Maret 2016 | 19:57 WIB

Baik di atas aspal atau tanah, mantapnya pengendalian MPV Crossover khas Honda ini kerap membuat kami lupa soal kualitas interiornya

Jakarta - Honda strikes again? Menengok sejarah MPV yang populer di Tanah Air dan meningkatnya pamor SUV beberapa tahun terakhir, menghadirkan Honda BR-V Prestige CVT sebagai crossover terdengar jadi langkah yang masuk akal. Tidak heran, Indonesia dipilih sebagai tempat kelahiran crossover 7-seater tersebut. Hasilnya? Angka penjualan luar biasa yang dapat mencapai 6 ribuan unit di bulan pertamanya. Berbasis dari Low-MPV Mobilio yang sudah hadir, wajar jika BR-V memiliki DNA yang mirip di beberapa sektor seperti pengendalian, performa dan dimensi. Sayangnya, hal tersebut membuat beberapa Konstan 100 km/jam: 16,5 km/liter kekurangan di Mobilio turut dibawa. Simak ya hasil test drive OTOMOTIF untuk salah satu mobil yang paling diantisipasi tahun ini. • (otomotifnet.com)

Desain

Honda menamakan konsep desainnya “Active Solid Motion”, dengan yang diambil dari gabungan Solid Wing Face di depan, Tough Solid Hood di kap mesin, Solid Motion Pillar untuk pilar C, Floating Toughness Body untuk ground clearance yang dinaikkan dan Strong & Short Fender di belakang. Bingung karena terdengar terlalu banyak? Begitu pula ketika melihat wujud aslinya. Bagian depan seperti diambil dari CR-V generasi ketiga dan Jazz GK5, bagian samping seperti milik Mobilio, sedangkan belakang seperti gabungan Freed dan Jazz. Buruk?

Sebaliknya, kami menyukai desain BR-V karena terlihat seperti Mobilio yang lebih tangguh dan berisi, terutama karena tambahan diffuser depan belakang, antena shark fin dan lampu proyektor pada varian Prestige. Sayang, di dalam masih sangat terasa DNA dari Mobilio. Door trim yang tidak memiliki lekukan yang berarti hanya terdiri dari plastik tanpa adanya lapisan kain sama sekali.

Belum lagi melihat tuas lampu sein dan wiper yang terlalu tipis. Mengingat harganya, kualitas plastik di kabin terlalu murahan meski sudah dilengkapi desain dasbor segar dari Jazz. Untung kami menemukan beberapa hal yang disuka, seperti desain AC digital, frame center fascia berkelir piano black dan instrument cluster mirip HR-V.

Demensi

Dibanding Mobilio RS, BR-V lebih panjang 58 mm, lebih lebar 52 mm dan lebih tinggi 63 mm. Ground clearance lebih tinggi 11 mm berkat perbedaan pelek yang lebih besar 1 inci dan ketebalan ban, sedangkan wheelbase sama persis. Luas kabin pun mendapat keuntungan besar. Bahkan untuk tester setinggi 175 cm, masih tersisa leg room yang sangat cukup di bangku baris kedua, sedangkan head room luar biasa lapang. Sayang ada gundukan AC double blower yang menimbulkan kesan menyempitkan.

Masuk ke baris ketiga dengan one touch tumble, kami sempat tidak percaya ketika mencoba memundurkan jok baris kedua hingga mentok dan masih mendapat sedikit leg room, akan terasa sangat lega jika di depannya memajukan setengah saja. Sudut kemiringan paha pun normal karena struktur rata monokok sehingga tidak cepat pegal pada perjalanan jauh. Head room? No problemo…

Editor : Otomotifnet

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA