Modifikasi Volvo New S80 2010, "Volvomedic" Dapat Pasien Termewah

Kamis, 2 Juni 2016 | 08:22 WIB

Jakarta - Dokter Chandra Selandia. Iya, beneran Dokter, tepatnya Dokter Neurologist, alias dokter syaraf. Fans berat OTOMOTIFNET dan sudah langganan menyuguhkan mobil-mobil Volvo kegemarannya hasil modifikasi.

Namun sepertinya tak hanya manusia yang ditanganinya, dirinya pun rasanya pantas dijuluki Dokter untuk setiap Volvo yang ditanganinya. Kali ini giliran New Volvo S80 lansiran tahun 2010.

Generasi Volvo S Series terakhir yang masuk ke Indonesia via APM

Bayangkan, ini merupakan Volvo garapannya yang ke-7 setelah Volvo 960, Volvo 965 (Wagon), Volvo 240, Volvo 740 GLE, Volvo S80, Volvo V70 gen2. Dan beberapa ada yang narsis di OTOMOTIFNET lho.

Baca juga: Volvo 244 GL MT 1988, Dioperasi Dokter Sampai 22 Inci

Baca juga: Modif Volvo 740 GLE 1988, Kembali Bugar Dirawat Sang Dokter

Baca juga: Volvo V70 2002 Karya Dokter "Saraf", Nggak Ada Lawan di Indonesia!

Nah, apa istimewanya New Volvo S80 ini? Toh mau dibiarkan standar pun sudah merupakan salah satu jajaran mobil paling mewah Volvo di eranya. Tapi Dokter yang satu ini memang doyan yang ekslusif.

Sempat gonta ganti pelek, akhirnya pakai Carlsson 1/16 diameter 20 inci

Populasinya di Indonesia tidak sampai 20 unit. Bahkan, dikatakan sang Dokter sampai hari ini hanya tersisa dua unit saja. Dan khusus untuk New S80 ini, semua modifikasinya pakai spesifikasi OEM. Pesan langsung dari Swedia.

"Ini merupakan Volvo S series terakhir yang masuk resmi melalui APM, dari seluruh angkatannya hanya mobil saya yang sudah dilengkapi DVD Player, Screen, dan dua buah Headphoe wireless, spesial order dari Swedia," bangga sang Dokter. 

Interior sangat memuaskan, apalagi dilengkapi fitur OEM spesial order dari Swedia

Ceritanya, Dokter spesialis Syaraf ini sempat menghadiri peluncuran Volvo New S80 namun hanya bisa mengkhayal karena saat itu tak sanggup membelinya. "Launchingnya waktu itu di Pondok Indah Kapuk, saya berfikir kapan ya bisa punya, mengingat harganya yang menguras kantung," ujarnya.

Editor : Bagja

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA