Modifikasi All New Yaris M/T 2015, Riset Dulu Setelah 8 Tahun Vakum

Sabtu, 27 Agustus 2016 | 09:11 WIB

Di kelas 1.600 Max, All New Yaris menemukan wadah untuk unjuk performa

Jakarta - Belum maksimal, itu kata yang tepat untuk menggambarkan All New Toyota Yaris besutan pembalap Haridarma Manoppo. Meski demikian, pembalap Toyota Team Indonesia (TTI) itu dari kualifikasi sampai balapan mampu menunjukan performa terbaik. “Saat kualifikasi bisa ada di urutan ke-3,” kata pembalap yang pada race day bisa jadi runner up di bawah Alvin Bahar, pengguna Honda Jazz.

Catatan waktu saat race day di kelas Indonesian Touring Car Champhionship (ITCC) 1.600 Max antara ke-2 pembalap itu hanya beda 1,6 detik. Hal tersebut bisa dibilang cukup baik, mengingat ini kali pertama TTI dengan All New Yaris turun di balap turing. Sejarahnya, team yang dimotori oleh Memet Djumhana itu terakhir menyentuh aspal Sirkuit Sentul di balap turing pada 8 tahun silam. Selama itu pula, kiprah TTI adanya di balap slalom.

“Tahun pertama terjun lagi di balap turing, enggak ada target. TTI hanya melakukan development, untuk persiapan balapan di tahun-tahun berikutnya,” ucap Memet. Lebih lanjut pria ramah ini bilang, semuanya butuh proses dan dari yang sekarang baru 60% pda seri 4 Indonesian Sentul Series of Motorsport, diharapkan pada seri ke-6 sudah mendekati 100%. * oct
 
Mesin

Di aturan balap kelas 1.600 Max, mesin yang digunakan mesti asli bawaan kendaraan yang dipasarkan di Tanah Air. Namun dengan modal kapasitas yang hanya 1.500 cc, All New Yaris diperbolehkan upgrade, asal tidak melebihi 1.600 cc. Juga dijelaskan bahwa komponen di dalam kepala silinder boleh diganti. Tapi tidak boleh menggunakan spare part berbahan titanium.

Mengacu pada aturan di kelas tersebut, maka Anton Hudijana memasukan part racing di bagian kepala silinder. “Noken as pakai spesifikasi street racing dengan profil tinggi, piston kompresi tinggi, final gear dan LS. Saat latihan, mesin malah ada masalah,” ucap tuner dari Asco Motorsport di Jl. Pegangsaan Dua, Jakut.

Dari rencana awal yang sudah serba siap untuk balapan, berubah karena ada kendala tersebut. Oleh karena esok harinya sudah mulai sesi kualifikasi, maka diambil jalan pintas. Caranya dengan memasukkan mesin standar Yaris, menggantikan yang terkendala bagian metal setelah penggunaan part racing. “Mesin standar tersebut akhirnya hanya dipasang noken as street racing yang profilnya enggak terlalu tinggi, final gear dan LS saja,” aku Anton.

Penggantian yang dadakan tersebut, enggak bikin Haridarma ciut nyali. Dengan gaya bercandanya, bapak satu anak itu merasa beruntung besutannya bisa menyelesaikan babak kualifikasi.

Kaki-Kaki

Editor : Parwata

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA