All New Kia Rio 1.25 L MPI First Impression Review, Paling Mungkin Masuk Indonesia

Sabtu, 11 Maret 2017 | 11:16 WIB

Lisbon - Masih ingat All New Kia Rio 1.0 T-GDI dan All New Kia Rio 1.4 CRDi yang Otomotifnet coba langsung di Portugal?

Fitur berlebih lengkap dan mesin menggiurkan memang masih terdengar mengejutkan untuk sebuah Kia, apalagi karena di Indonesia paling sering mengalami 'pemotongan fitur'. Nah, bagaimana kalau kami katakan bukan seperti itu varian yang paling mungkin datang ke Indonesia?

Kami merasakan langsung tipe All New Kia Rio yang lebih down to earth, bermesin 1.25 L MPI (Multi Point Injection) dengan tenaga 83 dk dan torsi 122 Nm. Meski bukan ini mesin yang akan digunakan nantinya di dalam negeri, namun fiturnya memberikan gambaran seperti apa bila Rio mengalami ‘spec down’ untuk menurunkan harga.

Perbedaan varian entry level ini dari segi eksterior sangat minim dengan varian lebih tingginya
Lis krom, high mount stop lamp, foglight belakang, wiper belakang hingga sensor parkir terintegrasi masih lengkap
Bagaimana Kia Rio ini terlihat dengan pelek berdiameter lebih kecil, 15 inci, ini?

Mulai dari luar, bisa kah kalian cari perbedaan All New Kia Rio varian entry level dengan varian tingginya? Tepat sekali, hampir tidak ada.

Yang membedakannya, hanya di sini digunakan pelek berdiameter 15 inci dengan ban 185/65R15, dibandingkan pelek 17 inci  dengan ban tipis 205/45R17 yang sebelumnya kami kagumi. Beda lainnya, lampu sen samping pindah dari spion ke fender.

Sisanya, lampu depan dengan proyektor dengan DRL LED, foglights, wiper belakang hingga lampu belakang LED semuanya masih ada. Nice!

Headlights masih dilengkapi proyektor halogen dan DRL (Daytime Running Lights) LED
Lampu belakang pun masih LED
Mesin terkecil di keluarga Kia Rio, 4-silinder segaris 1.248 cc dengan teknologi MPI (Multi Point Injection) bertenaga 83 dk dan torsi 122 Nm

Berbeda dengan varian lebih tingginya yang mengandalkan passive keyless entry dan tombol Start/Stop Engine, smart key  di sini diganti flip key seperti Rio di Indonesia sekarang, menyalakan mesin pun masih perlu memutar kunci.

Menapak ke dalam, sangat disayangkan auto climate control diganti dengan AC manual yang membuat fascia tengah menjadi kurang padat, bahkan terlihat lebih kosong dibanding Kia Rio yang kini masih dijual di Indonesia karena AC manualnya memiliki lebih banyak tombol.

Sisa kualitas interior terlihat sama. Garis horizontal berbahan plastik lembut digunakan dengan kelir silver, masih tidak ada fabric di door trim, tetapi senangnya masih melihat banyaknya panel piano back bertebaran seperti di sekitar head unit dan di bawah fascia tengah.

Jika bukan karena climate control manual, maka kabin akan terlihat sama padatnya dengan Rio yang full spec
Setir masih terlihat padat dengan lapis kulit, tombol pengatur audio dan pengatur MID
MID lebih sederhana pada varian ini, namun masih menyediakan setiap hal yang penting

Untung, sepertinya Kia pun menyadari pembeli entry level juga tetap menginginkan konektivitas yang tinggi, sehingga head unit floating HMI (Human Machine Interface) berukuran 7 inci yang dikelilingi frame piano black hingga ventilasi AC masih ada, dikatakan standar di varian mana pun.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA