Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Knowledge Busi, Cermati Tiga Hal Penting Ini!

Dimas Pradopo - Jumat, 28 November 2014 | 10:00 WIB
No caption
No credit
No caption

Jakarta - Ingin performa tunggangan optimal hanya dengan busi? Ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan sebelum tebus dan memasang busi pada motor kesayangan. Yakni suhu lingkungan, kapasitas ruang bakar dan perbandingan kompresi tunggangan.

“Lingkungan dengan karakter suhunya panas maupun dingin, akan memberikan radiasi panas ke mesin yang berbeda. Lalu motor dengan piston atau cc besar, akan memberikan panas lebih besar dibanding dengan  motor dengan piston atau cc kecil,” papar Yuli Santoso,kepala mekanik Suzuki Dewi Sartika di Jaktim.

Syafrudin, kepala bengkel Clara Motor II juga menambahkan. “Semakin besar perbandingan kompresi ruang bakar akan berdampak lebih panas dibanding mesin berkompresi rendah. Maka dari itu businya mesti disesuaikan agar performa motor lebih optimal,” ujar pebengkel di Kebon Jeruk, Jakbar ini.

Seiring hal tersebut, pabrikan busi memproduksi busi tipe panas dan dingin. Busi panas adalah busi yang memiliki kemampuan susah melepas panas dan sangat mudah menjadi panas dibanding busi standarnya. Busi tipe ini tidak cocok bila bekerja pada temperatur ruang bakar tinggi. Lebih cocok dipakai untuk motor standar (sesuai bawaan pabrik).

Sedangkan busi dingin adalah busi yang mudah melepaskan panas dan mudah menjadi dingin. Busi tipe ini tidak tepat bila bekerja pada temperatur ruang bakar yang rendah. Lebih cocok dipakai untuk motor khusus buat balap (bore-up).

“Efek bila aplikasi busi yang tidak sesuai anjuran pabrik adalah saat start awal mesin susah hidup dan tenaga awalnya kurang bagus dikarenakan pembakarannya menjadi kurang sempurna,” wanti Yuli.

No caption
No credit
No caption

Beda busi panas dengan busi dingin terlihat pada insulatornya. Busi dingin ujung insulator lebih pendek (kanan), sedangkan busi panas (kiri) lebih panjang

No caption
No credit
No caption

Semakin besar angka yang tertera pada busi (bawah), menandakan tipe busi semakin dingin.Sebaliknya semakin kecil angkanya (atas), busi semakin panas

No caption
No credit
No caption

Bila warna busi putih pucat, menandakan terjadi overheating (pemanasan ekstrem). Dikarenakan temperatur ruang bakar mencapai 850 derajat Celcius. Sehingga terjadi porses preignition, yakni bahan bakar menyala sendiri sebelum busi memercikkan bunga api

No caption
No credit
No caption

Jika temperatur ruang bakar terlalu rendah, akan terjadi proses ‘carbon fouling’, yakni bahan bakar tak terbakar sempurna. Ujungnya BBM yang tidak terbakar akan menumpuk pada busi dan warna busi hitam kering. Hal inilah yang menyebabkan gejala ‘detonasi atau ‘knocking’ (ledakan kedua, setelah busi memercikkan bunga api). •(otomotifnet.com)

Contoh baca kode busi
Denso U22FSU9
U : Diameter ulir busi (U: 10mm, X: 12mm, W: 14mm)
22 : Tingkat panas busi (semakin kecil angkanya;20, 19 disebut busi panas. Semakin besar; 24, 26 disebut busi dingin)
F : Panjang ulir busi (E: 19mm, F: 12,7mm , L: 11,2mm)
S : Tipe rancangan busi(hanya pabrikan yang tahu kode ini)
U : Bentuk elektroda samping “U”
9 : Celah inti tengah elektroda (9: celah busi 0,9mm , 10: celahbusi 1mm)

NGK CPR7HS9

C : Diameter ulir busi (B: 14mm, C: 10mm, D: 12mm)
P : Tipe rancangan busi (hanya pabrikan yg tahu kode ini)
R : Busi dengan resistor di dalamnya
7 : Tingkat panas busi (semakin kecil angkanya; 6, 5, 4 disebut busipanas. Semakin besar; 8, 9 disebut busi dingin)
H : Panjang ulir busi (H: 12,7mm , E: 19mm, L: 11,2mm)
S : Tipe elektroda tengah (IX: inti elektroda dari bahan iridium,G: tipe busi racing ,
P: inti tengah berbahan platinum, S: inti tengah tembaga)
9 : Celah inti elektroda busi (9: celah busi 0,9mm , 10: celah busi1mm)

Editor : Dimas Pradopo

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa