Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Modifikasi BMW 323i E36 1998, Prestasi Karena Kompromi

Otomotifnet - Senin, 18 Mei 2015 | 08:02 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Komunikasi wajib dijalankan dengan baik oleh kedua belah pihak untuk mendapat hasil yang diinginkan


Jakarta - Sudah sejak lama Arya Karistianto ‘diajak' sang ayah, Ari Karistianto terjun di motorsport. Awalnya dari sprint reli, namun karena jadwal event yang tidak jelas serta lokasi yang tidak menetap, menjadikan Arya pindah haluan.

No caption
No credit
No caption

Mesin sudah ditingkatkan sedikit kemampuannya


"Saya support Arya di balap turing, asal dia tidak meninggalkan prestasi di bangku pendidikan," harap Ari, sang ayah. Sebagai bentuknya, sejak tahun lalu dibangun pacuan balap berbasis BMW E36 keluaran 1998.Beres musim kompetisi 2014, di tahun ini upgrade dilakukan bersama bengkel AHT (After Hour Tuning) Garage yang berlokasi di BSD, Tangsel.

No caption
No credit
No caption

Perangkat keselamatan, jok balap, safety belt serta roll cage wajib terpasang


Mesin sudah pasti ditingkatkan kemampuannya, walau tidak terlalu banyak. Seputar mengganti jeroan internal pakai punya mesin M54 yang nemplok pada BMW seri 5 E34. Penggantian tersebut meliputi piston, ring piston lengkap berikut dengan setang dan kruk as. Alhasil, kapasitas mesin jadi 3.000 cc.

No caption
No credit
No caption

Quick shift ini buatan lokal loh, rapi ya


Menariknya, penggantian tidak pakai komponen kompetisi, namun cukup pakai standar. Sebab, layaknya pelajaran, Arya juga ingin merasakan dari bawah. Kalau tiba-tiba pakai mesin yang kencang, justru akan lebih repot adaptasinya.

No caption
No credit
No caption

Suspensi ISC dirasa cukup


Selain itu kaki-kaki juga ditingkatkan. Sokbreker menggunakan keluaran ISC. "Sebenarnya ada produk yang lebih enak dan stabil, tapi saya merasa cukup dengan ISC," komentar pembalap tim Arya Racing ini. Bobot juga dipermainkan. Caranya dengan mengganti beberapa titik bodi dengan fiberglass. Seperti kedua pintu belakang, fender depan, kap mesin dan bagasi.

Arya Karistianto mampu menjawab kompromi dengan prestasi


Hasilnya, Arya berhasil jadi juara 1 ETCC 3000 kelas Promotion saat ISSOM seri 1 di Sirkuit Sentul beberapa waktu lalu.Hasil ini sekaligus sebagai kompromi atas prestasi yang diraih di sekolah. Arya mampu masuk kelas akselerasi dan lulus dari bangku sekolah 1 tahun lebih awal dibanding rekan-rekannya.• (otomotifnet.com)

Plus:
- Interior terlihat rapi

Minus:
- Warna pelek gelap bikin bodi ikut terlihat gelap

Data modifikasi

Mesin: M52B30, stroke up 3.0L Camshaft: M3 Intake : M50B25 Throttle body spacer: Raser Extra fan: M3 Quick shift: Unotech Header: M3 Exhaust: Custom Piggyback: Dastek Unichip Q Tenaga: 193 dk Torsi: 225 Nm Sokbreker: ISC N1 coilover Strut bar: Ultra Racing Sway bar: Ultra Racing X Brace: Ultra Racing Camber kit: Silver Project Rem: Brembo Kampas rem: Hawk Performance Slang rem: Braided Pelek: Rota P45R Ban: GT Radial SX2 235/45R17 Bodi:  Fiberglass (kap mesin, kap bagasi, fender, pintu belakang) Jok: Recaro Safety belt : Sabelt Waktu terbaik: 1.50,407 Bengkel: AHT Garage. Jln Lengkong Gudang Timur No.26, BSD

Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa