Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Dimulainya Era Mobil LCGC, Diterget Terjual 30 Ribu Unit

billy - Kamis, 19 September 2013 | 12:12 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Konferensi pers peluncuran Toyota Agya di Senayan (9/9) telah usai. Namun beberapa jurnalis masih merubung Johnny Darmawan, Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM). Di tengah perbincangan tiba-tiba ada yang nyeletuk, "Pak saya mau tanya bagaimana SPK saya ini?" Kami semua menoleh ke bapak itu yang ternyata seorang konsumen. "Nama saya Agus Leo. Saya dari Cianjur. Mau menanyakan bagaimana SPK Toyota Agya saya. Indennya sudah sejak Desember 2012," lanjutnya. Johnny Darmawan langsung memanggil Rahmat Samulo, Direktur Pemasaran PT TAM. "Tolong ini ada yang tanya SPK Agya. Bapak pasti langsung dapat pertama, segera kita urus," jawab Johnny kepada Agus Leo yang sejak pagi berangkat dari Cianjur untuk memenuhi undangan customer gathering yang diadakan TAM di malam harinya.

Cerita ini menggambarkan bahwa mobil LCGC (Low Cost & Green Car) yang kemudian diterjemahkan sebagai ‘mobil murah' masih dinanti masyarakat meski harus menunggu setahun sejak diperkenalkan di ajang International Indonesia Motorshow (IIMS 2012).

Begitu pula Ipung Silaban, manajer perusahan swasta di Cikarang, salah satu dari 250 keluarga yang diundang khusus oleh PT Astra Daihatsu Motor(ADM) dalam acara malam apresiasi pelanggan Daihatsu di sebuah hotel di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Senin (9/9) malam. "Saya setia inden Ayla karena harga yang terjangkau, model baru dan fitur yang cukup bagus," sahut Ipung yang pernah membeli Xenia.

INDEN MENUMPUK

Bukti lain, acara customer gathering yang dibuat Toyota di Parkir Timur Senayan malam harinya usai konferensi pers berhasil menjaring 1.547 SPK Agya hanya dalam tempo 3 jam dari jam 19 hingga jam 20. "Itu banyak, lho, karena hanya 3 jam saja acaranya," sahut Widyawati Soedigdo, GM Corporate Planning & Public Relation TAM.


Pada gelaran itu TAM mengundang sekitar 5.000 orang yang terdiri dari komunitas sepeda motor, klub mobil serta potensial buyers. Sementara Ayla menurut Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM sudah mengantongi inden sebanyak 15.000 unit sebelum acara peluncuran yang juga dilakukan pada hari yang sama, Senin (9/9).

Tanggal 9 bulan 9, akhirnya menjadi era dimulainya industrialiasi proyek mobil LCGC. Proyek ini sudah digulirkan sejak 2009. Dan untuk mendukung proyek itu, pada September 2012 PT Astra International memperkenalkan duet Ayla-Agya yang kemudian ditampilkan kepada publik di IIMS 2012. Ketika itu pengunjung yang berminat dapat melakukan inden dengan melakukan tanda jadi antara Rp 1-5 juta. Harapan konsumen menggelora ketika para salesman menjanjikan akan siap delivery sekitar Maret atau April untuk pemesanan di IIMS saja. Ketika itu Daihatsu dan Toyota berharap pada Januari 2013 mobil ini sudah bisa diproduksi dan dijual. Namun skenarionya berkata lain.

Peraturan Pemerintah (PP) No 41 Tahun 2013 yang mengatur tentang proyek LCGC dan kendaraan rendah emisi atau Low Carbon Emission (LCE) baru terbit Juni 2013. Tapi produsen masih belum bisa memproduksi karena harus menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknisnya. "Barulah akhir Agustus kita menerima hasil verifikasi yang menyatakan Ayla-Agya lolos sebagai mobil LCGC pertama di Indonesia dengan kandungan lokal sudah mencapai 84 persen," tutur Sudirman MR, Presdir ADM, yang juga salah satu tokoh kunci dibalik proyek ini.

Sambil mengurut dada, Sudirman menyatakan lega sembari tersenyum. Namun kelegaan itu harus ia bayar mahal. Salah satu Board of Director Daihatsu Jepang ini pernah bercerita, Daihatsu seharusnya sudah bisa memproduksi 17 ribu unit LCGC mulai Desember 2012 hingga April 2013. Jika ditambah Mei hingga Agustus 2013 pastinya di atas 30.000 unit yang sudah lepas dari genggamannya. "Setelah launching ini kami sudah siap memproduksi dan mendistribusi sebanyak 3.000-4000 unit sebulan," tambahnya.

Jika ditambah dengan pesanan Agya angka produksi sebulannya bisa mencapai 5.000-6.000 unit. Untuk Toyota Agya saja hingga akhir tahun ini ditargetkan bisa terjual 19.000 unit. Jadi per bulannya akan dilempar ke pasar 4.000-an unit. Begitu pula dengan harapan Daihatsu. Target hingga akhir 2013 Ayla-Agya bisa terjual sekitar 30.000 unit.

Johnny Darmawan mengatakan kalau pasar LCGC ini atau segmen compact car potensinya sangat besar. "Ke depannya bisa menyaingi pasar MPV," katanya. Di tahun 2007, total pasar segmen compact car baru mencapai 44.888 unit, tapi di 2012 melonjak hampir tiga kali lipat menjadi 118.244 unit. Sedangkan di tahun ini total pasar segmen ini sudah mencatat penjualan 81.098 unit dari Januari-Juli atau meningkat 25 persen dibanding tahun lalu. "Ini pasar baru untuk segmen new entry. Salah satu sasaran kita pemilik sepeda motor," tambahnya.

Setelah muncul duet Ayla-Agya, sudah siap menyusul di belakangnya Honda Brio LCGC, Datsun dan Suzuki yang seluruhnya akan diproduksi di sini. Semoga industri otomotif nasional semakin mandiri. Jangan cuma bisa bikin MPV saja. (mobil.otomotifnet.com) 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa