Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda Tiger, Permainan Bodi Ciamik Ala Minor Fighter

billy - Rabu, 5 Desember 2012 | 12:56 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Anas Choerudin dari Dien’s Bike (DB) Jakarta, merupakan salah satu builder bergaya street fighter (SF) dengan ciri khas permainan detail kuat. Seperti dilakukan di Macan Noceng alias Honda Tiger milik Eko Purwanto yang bekerja di PT Astra Honda Motor (AHM).

“Akhir tahun ini saya menonjolkan tema tajam dan runcing pada lekuk bodi. Bodi SF yang gendut-gendut saya tinggalkan. Hasilnya ya seperti ini, karakter kuat ditonjolkan dengan bentuk penuh lekuk dan menyiku,” buka Udin, panggilan beken modifikator berambut jabrik ini.

Makanya ubahan bodi jadi super detail. Hitungan, pasti! Pertama hitungan konstruksi bodi. Modifikator ramah ini merangkai pola bodi dengan konsep street fighter ala West Jateng Style alias WJS. Cirinya jok single dengan bentuk bodi minimalis. Namun tidak asal nempel bodi, tapi beberapa bagian item bodi dibuat detail dengan ornamen menarik.

Pengaruh gaya WJS ini merupakan efek dinamis dalam satu wadah. Yaitu DB merupakan salah satu roda penggerak modifikasi bergaya SF di Jakarta dengan latar belakang satu kaum Minor Fighter (MF). Pelopornya tentu saja Agus Djanuar from rumah modifikasi XKBD, Purwokerto. Dulu Udin belajar bermain fiberglass dari Agus DJ. Makanya kental pengaruh WJS.


Olahan sasis, modifikator kucil alias kurus kecil ini cuma memotong 25 cm frame asli belakang. Lantas frame diganti pipa diameter 22,5 mm dengan desain naik. Sebab bagian buntut dibuat nungging sedikit.

"Eko merupakan biker yang suka aksi. Doi cuma pesan bikin bodi simpel dan daily use. Bukan hanya malam minggu dipakai, tapi bisa dipakai harian juga,” cuap Udin dari gerainya di Jl. Kolonel Sugiono No. 24, Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Ciri desain serba sharp nongol pada semua sektor. Bagian awal olahan bodi fokus pada dimensi tangki. Bentuk tangki, Udin hanya mengukur dimensi tempat duduk, dibuat dengan tinggi sekitar 70 cm dari atas tanah. Sesuai dengan tinggi Eko si empu-nya motor.

Terlihat besar memang, namun jika ditengok dari atas baru ketahuan kalau dimensi tangkinya sebenarnya kecil. “Sengaja dibuat pipih pada bagian belakang, agar enak dikempit jika dipakai riding. Terlihat besar sebab saya bikin tanpa shroud atau sayap tangki. Agar tangki terlihat padat,” jelas modifikator yang enggak pernah sepi order ini.

Efek tangki terasa jumbo juga berasal dari bentuk buntut pipih. Ornamen dibuat minimalis dengan lekukan tajam hingga ujungnya. Mantap! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: Metzeller 120/60-17
Ban Belakang: Michelin 190/50-17
Swing arm: GSX 600
Sok depan: ZX 750
DB: 0812-2818-8273

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa