Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Suzuki Thunder 250 Jadi Cinta Barat Style

billy - Sabtu, 24 September 2011 | 09:45 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Pameran otomotif memberi sebuah ilham bagi Johnny Law yang berdomisili di Cideng, Jakarta Barat. Terutama, ketika berkunjung ke salah satu stan modifikator. Tampilan modified yang disuguhkan di boot Studio Motor milik Donny Ariyanto, bikin Johnny kepincut bukan kepalang. Terutama oleh aliran brat style.

Studio Motor sendiri dikenal memang spesialis ubahan bergaya ol’ skul. “Konsep diserahkan semuanya kepada saya. Begitu juga Suzuki Thunder 250 yang diinginkan Johnny sebagai basis motornya, juga saya yang carikan,” cerita Donny mengenai proses awal modifnya.

Demi ubahan yang sesuai genre brat style, sasis asli harus dichop alias potong. Terutama pada bagian tengah ke belakang atawa sub frame. Konsep ini memang tetap mengandalkan rake bawaan, hanya saja kepadatan tetap diperhatikan. Seperti sok depan yang kemiringannya masih dipertahankan seperti aslinya.

Bentuk sasis Thundie sudah paling pas untuk ubahan ini. Karena sasis tengah memang sudah berbentuk huruf V. Tidak harus menambahkan pipa lagi.

No caption
No credit
No caption

“Rangka tengah dipotong ukurannya disesuaikan. Begitu juga rangka buritan yang dipotong habis sampai tengah,” ujar Donny dari workshopnya yang berada di Jl. Veteran Raya (Depan RS. Dr. Suyoto), Bintaro, Jakarta Selatan.

Begitunya tinggal menyudutkan posisi ujung lengan ayun bersama dengan sok belakang. “Posisi sok belakang otomatis sedikit lebih miring, karena memang masih memakai lengan ayun standar bawaan motor,” tambah Donny yang berbadan tegap dan juga berjenggot itu.

Bentuk tangki pasti jadi perhatian, karena tempat penampung bahan bakar ini tentu menjadi magnet utama pada tampilan keseluruhan. Material dari pelat galvanis tebal 1,2mm dirasa cukup.

Siraman biru kombinasi silver dari material cat Blinken dengan finishing pernis Sikkens, berpadu manis dan begitu harmonis.

Ukuran lingkar roda ikut menentukan hasil akhir. Terutama roda depan yang memang diameternya kudu dibikin lebih besar dari roda belakang.

Teliti Memilih Variasi
Sebagai catatan, knalpot custom bentuknya sudah pas dan sangat cocok. Sebagai pemanis tampilan akhir, balutan krom mengkilap seakan memanjakan mata. Namun posisi muffler harusnya dibuat lurus dari leher sampai ujung lubang buang. Itu agar kesan brat dibelakang menjadi kesatuan yang dinamis.


Menambah kesan resik, brat style bermain pada variasi di bagian tertentu. Misalnya; di bagian setang, lampu belakang, spion, lampu sein serta lampu depan.

Perintilan seperti ini juga harus diperhatikan dalam pemilihan model, serta meletakannya dengan pas. Tujuannya, agar finishing benar sempurna. Seperti stop lamp pada motor ini. Produk aftermarket yang dipilih sesuai dengan kebutuhan. “Kebetulan dapat yang tidak terlalu besar, cocok dipasang pada sepatbor belakang,” kata Donny. (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban depan    : Bridgestone 110/80-18
Ban belakang  : Bridgestone 140/70-17
Pelek            : Champ
Sok belakang   : YSS
Studio Motor    : (021) 92653870

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa