Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Potong Silinder Head Dengan Milling, Lebih Presisi!

billy - Rabu, 21 September 2011 | 07:00 WIB
Ilustrasi. Cylinder head DG Performance model ‘belimbing’ jadul banget!
Rangga/Otomotif
Ilustrasi. Cylinder head DG Performance model ‘belimbing’ jadul banget!


 Menggunakan mesin Milling
Mekanik balap dipastikan kerap potong kepala silinder. Tujuannya untuk meningkatkan rasio kompresi. Atau agar suplai gas bakar dan pembilasan lebih cepat.

Untuk melakukan aksi potong itu biasanya diserahkan ke tukang bubut. Karena selama ini memang pakai mesin bubut untuk memotongnya. Pisau yang digunakan juga pisau bubut biasa.

Menurut Tomy Huang dari BRT, menggunakan mesin bubut kerap miring. “Entah karena mesin bubutnya, jig atau operatornya,” jelas Tomy yang katanya kini tidak menggunakan cara lama lagi.

Karena di workshop BRT tersedia mesin milling untuk pasang head klep gede, dicoba menggunakan milling. Hasilnya lumayan menggembirakan. “Buka saja lebih presisi, tapi lebih rata,” yakin Tomy.

Menggunakan mesin milling bisa dihindari terjadinya miring. Karena ketika seting permukaan head yang dipotong bisa menggunakan water pass.

Namun bukan water pass yang biasa dipakai untuk keperluan bangunan. Itu  bisa dipastikan juga kurang akurat. Yakni, pakai water pass digital supaya hasilnya benar-benar nol.

Paling penting lagi, gunakan jig yang sebelumnya sudah dicek dengan water pass digital ketika pembuatan. Ini dilakukan supaya tidak terus menggunakan water pass setiap kali papas head.   

Masih menurut Tomy, menggunakan sistem milling selain hasilnya rata, permukaan bekas milling juga benar-benar mengkilap seperti kaca.


 Banyak ragam pisau milling(kiri). Bagian yang bening hasil milling(kanan).
Lebih menguntungkan setiap kali kita seting abis balap. Bisa mengecek bagian mana yang bocor. “Karena permukaan yang seperti kaca akan meninggalkan bekas jika terdapat kebocoran dari ruang bakar,” tunjuk Tomy dari Jl. Mayor Oking, Cibinong, Bogor.

Untuk mendatpatkan hasil yang halus seperti kaca, tentu harus memperhatikan beberapa faktor. Pertama, putaran mesin milling jangan terlalu tinggi. Maksimal diseting 1.500 rpm. Bisa juga 900 rpm namun jadi lambat pengerjaannya.

Yang tidak kalah penting, gunakan mata pisau khusus milling ukuran besar. Mata pisau ini ada beberapa ukuran. Supaya satu kali pengerjaan, gunakan yang gede. Lebarnya segede head.

Pisau milling ini banyak kok kalau melacaknya. Buatan Taiwan juga sudah banyak beredar. Ukurannya beragam. Dari mulai kecil sampai yang besar.

Paling penting lagi, juga perlu mesin milling besar. “Supaya hasilnya presisi, karena mesin milling gede bukan saja kuat, tapi tahan getaran,” bilang Tomy  yang menerima papas head sekalian modifikasi pasang klep gede. 

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa