Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Minor Fighter, Gaya Street Fighter Metropolitan

billy - Rabu, 1 Agustus 2012 | 07:00 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

Minor Fighter (MF) merupakan turunan pembesut motor bernuansa street fighter. Meski street fighter mendunia, namun biker Indonesia enggak mau nyaplok langsung virus atau gaya yang sudah ada sebelumnya.

Keinginan untuk beda dari pakem yang ada, diawali dari sebuah komunitas di wilayah Purwokerto. Agus Djanuar atau biasa dipanggil Agus DJ bisa dikatakan sebagai pioner di soal gaya.

Motor MF sangat nyentrik dengan jok egois atau single seater, setang terbalik, buntut buntung, ban ekstra lebar dan terkesan antikemapanan. Secara garis besar dia mengadopsi dari gaya Street Fighter Europan Style (SES) yang diubah ulang ala kultur Jawa Tengah.

Gaya penampilan MF identik menggenakan jaket kulit hitam, celana jeans hitam, boots, sarung tangan, dan helm full-face yang juga hitam. Rambut gimbal bikin seram memang ciri khas gaya dan dandan komunitas MF.

Pusat keluarga MF berada di Purwokerto, yang akrab di kalangan MF dengan sebutan Centrum atau Republic Minor Fighter. Sedangkan untuk chapter biasanya disebut simpul. Keluarga Minor Fighter ini, sempat jadi perbincangan petarung jalanan kelas dunia di beberapa blog karena keunikannya.

Perjuangan Agus DJ untuk memperkenalkan nuansa baru street fighter, disambut baik oleh para petarung jalanan di Indonesia. Lambat laun, Minor Fighter merambah kebelahan penjuru Indonesia, Mulai Jakarta, Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, Bumiayu, Tegal, Slawi, Cilacap, Wonosobo, Jogja, Surabaya dan Madura.

Penyebaran MF di simpul Jakarta diawali Eko Purwanto dan Widyo Purnohartono. “Sebelumnya saya gabung di sebuah wadah atau klub satu merek. Namun karena modifikasinya begitu-begitu saja, kita akhirnya mencari dan menemukan virus baru street fighter yang ditelurkan Agus DJ di Purwokerto. Itu pun baru tahu setelah baca MOTOR Plus,” jelas kedua sahabat ini.

Pada 2008, kedua sahabat ini bela-belain datang ke Pangandaran, Jawa Barat dan menghadiri Fighter Day ke-2. Fighter Day merupakan pertemuan keluarga besar Minor Fighter se-Indonesia yang biasa diadakan setiap Oktober. Di sana mereka bertemu Agus DJ dan rekan MF Centrum Purwokerto. Tentu saja misi Eko dan Widyo untuk lebih mengenal apa itu MF dan seperti apa itu.

No caption
No credit
No caption

Setelah paham, Eko dan Widyo kembali ke Jakarta dan mulai membangun sapitel Jakarta. Agar pengetahuan soal MF lebih mendalam, kedua sahabat ini kembali hijrah ke Centrum Minor Fighter di Purwokerto. “Selain untuk lebih mengenal MF juga memperkenalkan diri ke Keluarga MF Purwokerto, sembari belajar bodywork fiber,” kata Eko Bondus.

Namun, dalam perkembangan MF sapitel Jakarta, mereka menemukan jatidiri berbeda dibanding Centrum MF di Purwokerto. Besutan street fighter kaum MF yang biasanya kurang fashionable dan antikemapanan, jadi berbeda ketika masuk Jakarta yang Metropolitan. Diubah lebih klimis dan mengutamakan penampilan serta lebih berwarna.

Dandanan MF yang seram dan sangar di Kapitel Jakarta berubah menjadi dandanan yang santai dan lebih gaul ala Jakarta. Walau memang sebagian keluarga MF Jakarta masih menganut MF yang radikal tapi mereka tetap berdandan rapih, santai dan tetap fashionable.

Penyesuaian seperti ini memang masuk akal. Toh dengan keadaan Jakarta yang metropolitan atau bahkan Megapolitan menuntut semua bergaya modern dan tidak melupakan unsur fashionable.

Selain itu juga semua keluarga MF diperbolehkan untuk berproduksi sendiri merchandise berbau MF. Ini terkait dari nama Kapitel yang berfungsi sebagai ujung tombak saluran produksi resmi.

Di samping mengenalkan MF yang fashionable, MF sapitel Jakarta ini mulai menyebar virus baru. Seperti dandanan yang extreme aplikasi pelek pro-arm bawaan motor gede di motor street fighter yang harganya selangit.

“Sampai sekarang di Kapitel Jakarta sudah memiliki sekitar 15 anggota keluarga, biasanya kita nongkrong di Bondus Jl. Kolonel Sugiono, No. 24 Pondok Bambu, Jakarta Timur,” seru Eko Bondus. Dengan begini ragam aliran street fighter khususnya di keluarga MF Indonesia jadi beragam Be a Minor and poison the mayor.

Only on Jakarta Simpul


Aliran Street Fighter keluarga Minor Fighter, tak jauh dengan adegan modifikasi potong sasis belakang biar jadi buntung. Pakemnya centerbone masih dipertahankan dan backbone saja yang dipotong.

Beda hal yang dilakukan oleh salah satu anggota keluarga MF simpul Jakarta. Pelakunya adalah Amien Suryo Hartanto, doi nyoba bikin virus baru di motor Tiger keluaran 2003. “Tentu dibantu Hanas Choirudin dari Dien’s Bike untuk ngerjain sasis dan keseluruhan motor,” seru Suryo.

Biasanya sih untuk ubahan sasis kaya gini bisa disebut full frame custom. Bahan sasis barunya terbuat dari pipa seamless yang ukuran diameternya disesuaikan sesuai kebutuhan sasis. Sasis anyar ini sudah teruji kekuatannya.Bahkan untuk perjalanan jauh pun tidak bermasalah. Pengendalian motor tetap nyaman. Wow mantap sangat deh, jadi siapa nih yang mau ikutan bikin?.  (motorplus-online.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa