Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Perjalanan Panjang Terbayar Indahnya Tana Toraja

Rabu, 8 Oktober 2014 | 13:03 WIB
No caption
No credit
No caption


Tana Toraja - Aktivitas hari keempat tim Terios 7 Wonders Amazing Celebes Heritage, selain melaksanakan CSR di Masjid Agung Kota Parepare, tujuan akhirnya bermalam di Tana Toraja. Maka lepas makan siang, kami segera meninggalkan Parepare dan meluncur ke arah utara menuju Tana Toraja.

Tak beda jauh dengan sebelumnya, sebagian besar jalan yang dilalui masih didominasi tikungan. Pada kesempatan ini kondisi jalannya relatif mulus namun menanjak. Pemandangannya juga cukup bagus.

Jika perjalanan dari Manado hingga Parepare selalu ditemani panorama pantai, kini bukit-bukit hijau dengan kontur yang indah dan batu-batu besar yang menjulang tinggi di sebelah kanan jalan di Kabupaten Enrekang, salah satu Daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan.

Sayang tidak ada kesempatan untuk mengabadikan pemandangan indah di sini karena rombongan mengejar waktu agar tiba di Tana Toraja tidak terlalu malam.

Benar saja, begitu sampai di gerbang bertuliskan 'Selamat Datang di Tana Toraja', waktu sudah menunjukkan pukul 17.20 WITA. Untunglah cahaya matahari masih ada, sehingga masih bisa mengambil gambar iring-iringan 7 Daihatsu Terios TX yang digunakan selama bertualang di Sulawesi, dengan latar belakang gerbang itu.

Rupanya destinasi akhir masih jauh. Ketika melintas di Jalan di daerah Makale, ada tanda di sebelah kanan jalan yang menunjukkan arah ke objek wisata Londa. Yaitu perkuburan dalam gua Suku Toraja. Sampai di objek wisata ini pukul 19.00. Namun tujuan kami ke tempat lain yang lokasinya tak jauh dari sini.

Rombongan berkunjung ke Desa Tadongkon. yang memiliki dua tongkonan (rumah adat masyarakat Toraja engam ciri khas susunan tanduk kerbah) dan 8 alung (lumbung).

"Pengertian secara umum, tongkonan adalah rumah adat. Sebuah rumah perserikatan rumpun keluarga besar yg dipelihara secara turun-temurun," tutur Bastian Sarapang, mewakili keluarga To Bamba dalam kata sambutannya.

Lentas ia menerangkan tentang alung, tempat penyimpanan harta benda pemilik tongkonan. Biasanya utuk menyimpan padi.

Ia berharap semoga kunjungan tim Terios 7 Wonders ke Tadongkon ini membawa sebuah berkah dan menjadi sebuah promosi wisata ke luar.

Usai dihibur dengan tarian dan menyantap makan malam, rombongan menginap di tongkonan agar dapat merasakan bagaimana tinggal di rumah adat ini.

Esoknya tim mengeksplorasi berbagai budaya dan tempat wisata yang ada di Tana Toraja. Seperti Kete Suke, tempat rimah adat yang asli dengan atap sirap. Kalau yg aemalam itu atonya dari seng. Juga melihat objek wisata Baby Grave Kamira. Yaitu adat kuno masyarakat Toraja yang menguburkan bayinya di dalam pohon.

"Syaratnya, bayi yang belum tumbuh gigi karena dianggap masih suci dan tidak berdosa. Pohon yang terbesar tinggal satu, usianya sekitar 300 tahun." Kata Aris, penjaga sekaligus lemandu turis yang datang ke sini.

"Tradisi pemakaman ini untuk kaum bangsawan Toraja. Semakin tinggi letaknya, semakin tinggi kastanya. Dilakukan ketika masuarakat Toraja masih menganut aliran animisme. Pemakaman bayi terakhir kali pada 1950," jelas Aris yang menyebut objek wisata ini lebih banyak dikunjungi turis mancanegara. (mobil.otomotifnet.com)


Editor :

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa