Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Ford Mustang "Pony" Mahar Rp 1,2 Miliar

billy - Jumat, 23 September 2011 | 07:28 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption

JAKARTA - Buat sebagian besar orang, membeli sebuah mobil lawas (produksi sebelum 1970) dengan harga mahal, jelas bukan sebuah keputusan bijaksana. Mahal memang relatif, tetapi kalau nilainya di atas Rp 600 juta untuk sebuah Ford Mustang keluaran 1968?

Namun buat Rama dan Wides Seno, hal ini tak menjadi masalah. Bagi mereka yang buka gerai DAS Auto di Fatmawati, Jaksel ini, uang menjadi nomer sekian selama incaran mereka berkelas.

DIBALAS SENYUMAN
“Memang tak masuk akal harganya, tetapi kalau melihat kondisinya pasti ngiler,” jelas Rama yang memang penggemar American Muscle car. Tak tanggung-tanggung, sedan sport coupe gacoan Ford Motor Company ini diboyong dari Solo, Jawa Tengah.

No caption
No credit
No caption

Bila melihat kondisinya, Mustang ‘Pony’ yang terdaftar di BPKB pada 1968 ini tergolong masih 85% orisinal. Hampir semua aksesori eksterior dan interior dalam kondisi istimewa. Tak heran bila ‘mahar’-nya juga selangit.

Namun bukan Rama kalau mobil idamannya tak bisa tampil sempurna. Sesampai di Jakarta, mobil dipereteli hingga sisa rangka saja. “Diusahakan tak ada yang terlewat dalam proses restorasi,” terang Wides yang banyak membantu tahap peremajaan si ‘Kuda Pony’.

Targetnya tidak muluk-muluk, pokoknya mobil harus terlihat seperti baru keluar dari showroom di zamannya. Mak, itu sih bukan muluk lagi! Cara restorasinya pun unik. Sementara Wides memantau siang dan malam saat pengerjaan mobil, Rama berangkat ke Amerika untuk berburu suku cadang orisinal.

No caption
No credit
No caption
Selama hampir 2 bulan, Rama wara-wiri di Scoot Drage, Orange County, California dan sekitarnya. Keluar masuk toko dan workshop yang memang spesialis Ford Mustang. Mulai dari part bodi seperti fender (sepatbor), kaki-kaki, karet-karet pintu, interior, lampu-lampu hingga suku cadang mesin.

Mesin Mustang berkonfigurasi V8 dengan volume silinder 289 cubic inch memang legendaris. Dengan kapasitas sekitar 4.735 cc, Ford Mustang ‘Pony’ diklaim memiliki power to weight ratio yang ideal.

Malah, General Motors yang anteng dengan jualan Chevrolet Corvette pada waktu itu, sempat kebakaran jenggot dengan kehadiran Ford Mustang 'Pony'.  
No caption
No credit
No caption

Balik ke restorasi, Rama mengusahakan semua parts dalam kondisi baru alias new old stock, bahkan sampai urusan sticker (decal) yang menjadi standar bawaan mobil diburu sampai dapat.

“Sticker di kaca yang menjadi standar dealer atau showroom di USA pada era ’60-’70 akhirnya kesampaian juga,” ujarnya. Tak hanya itu, sampai pernik pendukung seperti dop pelek chrome dan ban Firestone ‘red wall’ yang menjadi standar pabrikan ikut diboyong ke Tanah Air. “Kalau yang ini bukan new old stock alias remake khusus untuk mobil classic,” jelas Wides.


Pengerjaan mobil yang menghabiskan waktu hingga 6 bulan dan uang tabungan hingga Rp 300 jutaan akhirnya berbuah manis. Mustang berkelir putih gading ini akhirnya kelar juga sesuai keinginan.
No caption
No credit
No caption

Lantaran mobil memang bukan untuk pemakaian harian alias pajangan bengkel, sampai detik ini belum terlihat kotoran seperti cipratan air atau spot kotoran di balik permukaan sepatbor. Bahkan seputaran kolong mobil masih hitam mengilap.

Kalau sudah begini, siapa pun yang iseng menawar Mustang ‘Pony’ ini di bawah Rp 1,2 miliar, bakal dibalas dengan senyuman oleh mereka. “Terakhir sudah ada yang menawar Rp 900 juta,” bisik Wides.

Sein Tambahan
Ada fitur menarik dari Ford Mustang ‘Pony’ produksi terakhir milik Rama ini. Yakni lampu indikator sein yang terletak di ram air (ventilasi udara) kap mesin.  Lazimnya lampu sein ada di seputaran bumper depan, dekat gril atau tak jauh dari lampu utama.

Namun ada lagi sepasang lampu sein lengkap dengan mika kuning yang menempel pada kisi-kisi sepasang ram air. Jadi, kalau lampu sein dihidupkan, lampu kecil di kisi kap mesin ini ikut menyala.


“Ini sebenarnya indikator sein buat pengemudi seperti lampu berbentuk panah yang ada pada cluster spidometer untuk mobil zaman sekarang,” jelas Wides. Jadi pengemudi bisa tahu lampu sein sebelah kiri atau kanan yang menyala.

Desain yang tak umum meski untuk mobil lawas sekalipun. Sebab, sudah banyak mobil keluaran 1965-1969 yang memakai lampu indikator sein di cluster spidometer.

Apapun ide yang tercetus dari para desainer Ford Mustang pada waktu itu, hingga kini masih terbilang unik.    (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa