Alat keluaran Hella milik DS HID ini bisa untuk menyetel fokus dan arah sinar lampu. Penggunaannya, dihadapkan ke lampu mobil (Gbr.1). “Biasanya ada titik di mika lampu. Nah, titik itu yang jadi patokan untuk ditembak infra merah dari beam setter ini,” lanjut pria 24 tahun. Kecuali lampu yang auto leveling, biasanya tidak ada.
Titik infra merah itu akan meluruskan alat dengan lampu. Tentu memakainya juga harus di tempat yang datar, bisa terlihat dari waterpass yang ada di beam setter ini. Dengan posisi alat yang sudah lurus terhadap lampu dan datar dengan tanah, hasilnya akan maksimal.
Setelah diposisikan di depan lampu, kemudian nyalakan lampu utama. Nah, pada beam setter, ada ruang tembus pandang yang bisa dilongok dari atas. Melongok apa? Ya, arah sinar lampu, dong. Masak nonton film, hehe..
Arah sinar lampu pun jatuh pada panel kontrol (Gbr.2) di dalam beam seter yang berhadapan lampu dan terletak di ujung belakang. Intinya, sinar lampu langsung jatuh ke panel kontrol itu. Sebenarnya mirip dengan menyinarkan lampu ke tembok. Namun tidak perlu repot mengukur jarak tembok dan mencari ruang besar untuk bisa menyetel arah sinar lampu.
Dari situ langsung kelihatan arahnya. Koreksi pun bisa dilakukan, yaitu menaikturunkan arah sinyar dengan menyetel reflektor. Termasuk juga fokus lampu. Karena bisa saja lampu tidak terang karena cahaya tidak fokus.
Kalau pada lampu halogen, rata-rata pasti fokus. “Asal pasang bohlamnya benar dan ngeplak. Selain itu, mika sudah pudar juga bisa bikin tidak fokus. Sedangkan pada HID, terutama modifikasi, harus hati-hati supaya sinar lampu tetap fokus,” beber Kelvin seraya menyebut ada setelan pada HID model proyektor. (mobil.otomotifnet.com)
| Editor | : | billy |
KOMENTAR