Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Atasi Kawasaki Athlete Lemot? Coba Dengan Geser Timing Pengapian

Editor - Kamis, 20 Mei 2010 | 10:41 WIB
No caption
No credit
No caption

OTOMOTIFNET - Tak sedikit yang merasa tunggangan buatan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) ini, tenaga bawahnya terasa lemot alias lamban. Salah satu yang merasakan Eko Hendarto. “Bawahnya kurang bertenaga, kalau atasnya sih lumayan,” ujarnya.

Efeknya, selain kurang mantap saat stop & go di kemacetan, ketika akan menyalip pun jadi was-was. Konsekuensinya, agar bisa lari kencang mesti putar gas dalam-dalam, konsumsi bensin pun jadi cukup boros.

No caption
No credit
No caption

Gbr 1
No caption
No credit
No caption

Gbr 2
No caption
No credit
No caption

Gbr 3
No caption
No credit
No caption

Gbr 4

Tak ingin terus-terusan dirongrong masalah, Eko, sapaannya, pun cari solusi. Bukan menjual lalu ganti tipe, namun konsultasi dengan salah satu pawang Athlete. Tepatnya ke Dedi Hasibuan, salah satu mekanik bengkel Sumber Jaya Motor (SJM), yang berada di Jl. Palmerah Utara No.96B, Jakbar.

“Obat murahnya ada kok, cukup majukan timing pengapian, biar tenaga dan torsi geser ke putaran lebih rendah, tentunya jadi lebih gesit dan irit,” ujar Dedi, sapaan akrabnya.

Masih kata Dedi, memajukannya pun tak harus ganti CDI programmable. Cukup geser pick-up pulser yang ada di magnet. Bagaimana caranya? Yuk simak terus!

Pertama kuras oli mesin. Lalu buka 9 baut bak magnet pakai kunci T8 (gbr.1). Dilanjutkan melepas mur magnet, “Pakai kunci khusus penahan magnet dan ring 17 (gbr.2),” lanjut pria asli Medan, Sumut ini.

Setelah lepas, baru cabut magnetnya, pakai tangan kosong jelas enggak bisa, harus mengandalkan trekker dan penahan magnet (gbr.3). “Pelan-pelan saja biar drat enggak rusak,” wanti mekanik ramah ini.


Gbr 5

Magnet berhasil lepas? Sekarang konsentrasi tertuju pada magnet, tepatnya pada pick-up pulser. Untuk mempercepat waktu pengapian, bagian depan pick-up mesti ditambah, sedang belakang dipotong.

“Cukup tambah bagian depan 5 mm, dan kurangi belakang 5 mm juga (gbr.4), sehingga panjangnya tetap seperti standar,” lanjut Dedi sambil bilang mengukurnya pakai sigmat. Jika dikonversi dalam derajat, timing-nya geser berapa ya Bos? “Wah belum dihitung nih,” sahutnya. Oke deh, lanjut!

Penambahan dilakukan dengan las listrik, sedang mengurangi dan merapikan menggunakan gerinda (gbr.5). Jika semua sudah kelar, maka pasang kembali magnet dengan kebalikan langkah pembongkaran. “Oh iya, semua proses paling hanya butuh waktu sekitar satu jam, untuk gambaran biayanya berkisar Rp 50 ribu,” sambar Yoewono Wijaya, pemilik SJM.

Wah, jadi responsif dan irit!

SUmber Jaya Motor : 021-5485766 / 0856-1056219

Penulis/Foto: Aant / Aant

Editor : Editor

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa