Remote Mobil Lumpuh? Waduh, Kumat Lagi!

billy - Jumat, 5 Agustus 2011 | 06:04 WIB
No caption
No credit
No caption

No caption
No credit
No caption
  
JAKARTA - Belum juga setahun, kasus remote mobil sistem keyless entry atau smart entry lumpuh kini kembali terjadi. Sekitar dua minggu lalu, keluhan banyak datang dari pemilik mobil built-up Jepang, bahkan mobil rakitan Thailand ikutan terjangkit.

SEJAK 16 JULI
Kejadian ini mulai terdeteksi sejak pertengahan bulan Juli. “Sejak tanggal 16 (Juli) sudah banyak keluhan dari pelanggan. Karena pada ribut, akhirnya tanggal 18 kita bikin surat buat pelanggan,” jelas Hengky, workshop manager Simprug Mobil, bengkel spesialis mobil built-up di Arteri Pondok Indah, Simprug, Jaksel.

Menurutnya, keluhan sulit membuka pintu mobil hingga menyalakan mobil (fitur Start/Stop Button) banyak datang dari mobil-mobil built-up (BU) Jepang. “Kebanyakan Toyota Alphard dan Harrier, tapi ada juga mobil Jepang lain,” lanjut Hengky.

Senada Hengky, Agen Pemilik Merek (APM) pun menemui kasus serupa. Sebut saja Toyota. “Berdasar laporan dari bengkel-bengkel, 18 Juli trouble-nya muncul. Terutama produk BU Jepang yang pakai Smart Entry System,” ujar Iwan Abdurahman, section head EDER 1 technical & warranty department PT Toyota Astra Motor, APM di Tanah Air.

Contoh Alphard, Crown, Camry dan Harrier. Untuk produk asal Jepang tersebut sebagian besar sistem smart entry lumpuh. Baik buka pintu sampai tak dapat menyalakan mesin melalui ‘Start/Stop Button’. “Kalau impor Thailand kayak Yaris atau Altis, masuknya saja yang bermasalah. Tapi ngidupin mesin (via Start/Stop Button, red) mau,” tegasnya.

Juwandi, technical support dari Auto Security Accessories di Sukabumi Utara, Jakbar, juga mendapat keluhan dari pelanggannya sejak sebulan lalu. “Hampir semua mobil yang pakai keyless entry masalah. Enggak cuma mobil BU,” ungkanya seraya menyebut Nissan X-Trail, Toyota Yaris, Vios, Honda Jazz, Suzuki Swift, yang terjangkit belakangan ini.

Pihak APM Honda pun mengamini kasus ini terjadi di tengah bulan lalu. Tapi menurut Jonfis Fandy, untuk produk BU non-Jepang tak bermasalah. “Kayaknya hanya BU Jepang tapi sampai saat ini belum ada laporan dari bengkel-bengkel Honda,” ujar director marketing & aftersales service PT Honda Prospect Motor.

Tapi, Ia pernah mengalami sendiri kasus seperti itu beberapa waktu lalu dengan Honda Elysion BU Jepang. “Biasanya dari jauh sudah mau terbuka tapi waktu itu gak mau buka. Tapi akhirnya bisa juga, waktu remote ditempelin ke kaca,” ujar pria ramah ini.
No caption
No credit
No caption

 Start/Stop button ikut gak bisa difungsikan
315 MHZ
Menilik kasus-kasus yang kebanyakan terjadi di kawasan Jakarta, diakui oleh Hengky kalau bukan masalah dari remote mobilnya. Tapi gangguan sinyal atau frekuensi, khususnya gangguan pancaran frekuensi dari remote ke receiver yang ada di dalam mobil. “Saya sendiri kurang paham penyebab gangguan frekuensi ini,” ujarnya.

Pihak TAM pun masih menebak-nebak musababnya. TAM pernah mengecek dengan alat Spectrum Analyzer di wilayah Jalan Sudirman, Senayan dan sekitarnya. Ternyata yang ditangkap via alat itu adalah frekuensi 314 MHz. “Frekuensi itu sama persis dan berdempetan dengan frekuensi remote model Smart Entry,” bilang Iwan.

Padahal, remote Smart Entry (Toyota), Keyless Entry (Kia), Intelligent Key (Nissan), FastKey (Mitsubishi) atau sistem serupa di brand mobil lain, umumnya bekerja pada frekuensi 315 MHz dan 433 MHz. Dimana 315 MHz dipakai di Jepang dan Amerika Utara, sedangkan 433 MHz untuk Eropa.

So, cukup jelas yang banyak terkena dampak mobil impor Jepang. Karena sesuai hasil pengetesan TAM (300-an MHz) yang sedang ‘nyosor’ kemana-mana. Kalau pun bukan produksi Jepang, minimal alarm mengusung sistem yang diaplikasi di negeri Sakura itu.

Menurut  sumber OTOMOTIF yang enggan disebut namanya, gangguan frekuensi tersebut kemungkinan disebabkan karena uji publik TV digital yang dilaksanakan 18 sampai 30 Juli 2011. Seperti siaran Pers No. 48/PIH/KOMINFO/7/2011 yang dilansir Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (18/7) yang  menjelaskan sedang mengadakan uji publik ‘Penyelenggaraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free to Air)’.

Boleh jadi?

 Mobil impot Thailand pun kena dampak
Tanggapan DepKomInfo
Menanggapi seputar kebocoran frekuensi yang banyak dikeluhkan pihak APM karena banyak smart entry keys yang hang atau ngadat, Gatot S.Dewa Broto selaku kepala pusat informasi dan humas Departemen Komunikasi Dan Informatika (Depkominfo) mengklarifikasi bahwa saat ini sedang tidak berlangsung trial frekuensi untuk TV digital atau semacamnya seperti yang diprediksi banyak pihak akhir-akhir ini.

Kalau pun ada, kanal yang dipakai pasti tidak memakai frekuensi bebas yang sekarang sedang dikeluhkan. “Untuk area Jakarta, dipastikan memakai kanal milik TVRI yang jelas lebih besar dan memadai,” terang Gatot. Menurutnya, mungkin bisa juga disebabkan kepadatan dari banyaknya pengguna smart entry key yang terus bertambah di frekuensi tadi.

Namun bila ada pihak yang masih penasaran, Gatot sangat terbuka untuk menurunkan tim khusus dengan peralatan memadai dan melakukan pemantauan serta pemeriksaan secara seksama. “Cukup layangkan surat resmi ke Balai Monitoring Frekuensi Radio Jakarta Kemkominfo,” jelasnya.

Bisa juga layangkan surat elektronik ke email pribadi Gatot untuk respon yang lebih cepat atau sekadar diskusi. “Silakan saja kirim email ke gatot_b@postel.go.id,” ujar Gatot ramah.    (mobil.otomotifnet.com)

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : billy

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa