Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Awas, Waspada Uap Bensin Didalam Kabin Mobil!

billy - Senin, 28 Maret 2011 | 11:03 WIB
No caption
No credit
No caption

JAKARTA - Silent killer. Itu istilah yang kerap disematkan pada gas CO sebagai bahaya laten di kabin mobil. Ternyata, menyimpan bensin di dalam interior pun sama berbahayanya. Soalnya, bensin (hidrokarbon) termasuk salah satu dari tiga zat yang beracun di mobil, selain karbonmonoksida dan nitrogen oksida. Bensin tidak hanya kalau tertelan tetapi juga jika terhirup ke sistem pernapasan.

 Perhatikan kemasan pembawa bahan bakar. jerry can khusus buat bensin punya penyekat

Nah, pada kejadian di Riau, disebutkan kalau di dalam mobil dibawa 100 liter bensin. "Tergantung dari reid vapor pressure atau RVP, kalau RVP tinggi akan lebih mudah menguap," ujar Dr.Ing.Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri pakar teknik mesin dan dosen konversi energi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Nah, untuk bensin yang punya RVP berkisar antara 7-9 psi, bisa punya titik didih sekitar 29 derajat celcius. Angka itu memang rata-rata, karena aktualnya tergantung dari komposisi bensinnya. Hal ini menunjukkan kalau bensin bisa saja menguap di temperatur ruang.

Cara membawa bensin pun perlu diperhatikan. "Misalnya pakai jerry can biasa warna putih, penguapannya lebih besar. Terlebih kalau terguncang-guncang, tekanan di atas permukaan bensin jadi tinggi dan bikin mudah menguap," ulas pria yang akrab dipanggil Yus ini.

Paling mudah mengetahui apakah bensin menguap, baunya akan semakin pekat. "Kalau bawa bensin pasti bau, kan?" tandasnya. Nah, kondisi lingkungan pun bisa mendukung. Misalnya membawa di dalam kabin pada saat siang hari. Meski pakai AC, bisa saja temperaturnya lebih tinggi karena terpapar sinar matahari.

Malah, karena pakai AC, efeknya bisa lebih terasa. "Karena udara tidak tersirkulasi dan berputar di situ saja," lanjut pria bertubuh mungil ini seraya menyebut gejala seperti pusing, mual, muntah, diare dan lemas bisa jadi indikasi keracunan uap bensin. Lebih lanjut, Yus menyebut contoh mirip dengan gejala bensin tertelan seperti ketika menyedot bensin buat memindahkan dari tangki kendaraan ke kendaraan lain.

Sebagai perbandingan, saat pengisian di SPBU selama 2 menit bisa terpapar uap bensin sebanyak 200 ppm, 5 menit sebanyak 500 ppm. Jumlah keracunan uap bensin 500 ppm per hari saja sudah termasuk akut. Nah, jumlah ini bisa mematikan kalau jumlah bensin yang masuk melebihi 2.000 ppm.

Nah, artinya kehadiran hidrokarbon karena uap bensin dan gas CO di kabin sama mematikannya. Jadi, tetap waspada ketika menanganinya!  (mobil.otomotifnet.com)

Editor : billy

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa