Hal ini pun ditegaskan kembali oleh Jorge Lorenzo. Pembalap asal Spanyol yang melakukan long runs (simulasi balap) pada sesi tes resmi pra musim MotoGP 2012 kedua hari terakhir (1/3) lalu, ia menganggap bahwa jika pembalap mampu mengirit penggunaan ban, kemungkinan ia bisa meraih kesuksesan.
“Tahun ini rasanya akan sulit menjaga kecepatan konstan pada saat balapan berlangsung. Pembalap yang tidak memiliki masalah pada bannya hingga akhir balapan, maka ia bisa meraih kemenangan setiap seri. Setelah 3 atau 4 lap degradasi ban belakang terjadi begitu cepat, namun setelah itu cenderung agak konstan. Sementara ban bagian depan terlalu lunak, makanya saya masih bermasalah pada saat pengereman,” terang Lorenzo.
“Beruntung saya masih bisa menjaga kecepatan konstan motor saat melakukan simulasi balap. Sekarang kami sudah mempunyai data yang banyak untuk ban, sistem elektronik dan konsumsi bahan bakar yang jadi hal terpenting di musim 2012,” tambahnya.
Lorenzo juga mengungkapkan bahwa penggunaan ban berkompon lunak pada bagian belakang di Sirkuit Sepang, Malaysia, rasanya akan menyulitkan semua pembalap. Sebab ban tersebut terasa sangat sulit dikendalikan apalagi dalam simulasi balap seperti yang ia lakukan. (otosport.co.id)
Editor | : | billy |
KOMENTAR