Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Honda HR-V 1.8 Prestige 2015, Pionir Semua Sektor

Otomotifnet - Jumat, 12 Februari 2016 | 08:15 WIB

Setelah jadi pionir pasang air suspension di HR-V, berikutnya pasang body kit dan ganti pelek limited edition yang cuma ada 100 set di dunia

Jakarta - Honda HR-V yang satu ini memang bikin heboh di social media Instagram. Berawal jadi pionir pasang air suspension, lalu pasang body kit dan juga pakai pelek yang jumlahnya konon hanya ada 100 set di seluruh dunia. Kurang apalagi coba?

Nah, SUV ini awalnya sering dipakai oleh Dimas Nurfiansyah. “Sekarang malah lebih sering dipakai sama Icha, istri saya,” ujar Dimas, sapan akrabnya. Hebatnya lagi, wanita cantik yang bernama lengkap Melissa Liondini ini sudah mahir memainkan tombol air sus-nya, kapan harus ditinggikan atau dipendekkan. Kerennn…

Dari awal sewaktu memodifikasi HR-V ini, Dimas memang sudah menyiapkan agar bisa dipakai oleh Icha. “Untungnya pakai air sus, saya jadi enggak repot kalau lewat jalan yang kurang mulus. Tinggal pencet tombol, langsung tinggi, hehehe,” kekeh Icha sambil memainkan tombol air sus. Cuuuss! • (otomotifnet.com)

Body kit Balsarini Dan Mugen

Kelar dengan pelek, Dimas pun langsung mencopot bumper aslinya. “Saya pasang body kit Balsarini untuk yang depan, side skirt Mugen dan add-on belakang plus ducktail pakai Topline,” jelas pegawai sebuah perusahaan Jepang di Jakarta Selatan ini. Tak hanya body kit, ia juga menambahkan add-on lips karbon di bumper depan belakang dan side skirt-nya agar terlihat semakin keren.

Sebagai pelengkap, dua muffler HKS juga dipasang di sisi kiri dan kanan add-on bumper belakang, masing-masing muffler dengan dual tailpipe HKS yang juga tak kalah keren. Lalu door visor dari Modulo juga ditambahkan berikut spion Honda Vezel yang diimpor langsung dari Jepang untuk memudahkan Icha ketika harus lewat jalan yang sempit. “Bedanya spion Honda Vezel ini lebih besar dan di bagian bawahnya ada cermin cembungnya. Jadi lebih mudah untuk melihat ke bawah,” tukas Icha.

Audio Sound Quality

Mengandalkan head unit Kenwood. Untuk suara speaker 3-way dari Venom dipercaya, berikut power Venom VI100.4 Processor Venom sebanyak 2 buah. Lalu untuk menyaring suara agar lebih jernih ditambahkan processor Venom Pandora MK2 dengan fitur WiFi. Lalu untuk suara bas dipasang subwoofer 10 inci lansiran Design by Seas.

Untuk boks piranti audio ini harus ‘berbagi’ dengan tabung dan kompresor air sus Universal Air yang dipasang Dimas. Untuk 2 power dan processor letaknya seperti digantung di atas subwoofer dan kompresor air sus, lalu semuanya dibungkus kulit berwarna hitam. Settingan audionya adalah Sound Quality agar Icha dan anaknya bisa menikmati lagu kesukaan mereka sepanjang perjalanan. “Suaranya bersih dan enak didengar nih,” sebut wanita yang hobi jalan-jalan ini. •

Pelek Ke 71 Dari 100

Awalnya menggunakan pelek replika, lalu berganti dengan Kranze Bazreia ukuran 19x8,5+9,5 inci. Belakangan, Dimas mulai bosan dengan pelek ini. Pas lagi main ke SM Motorsport di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, “Saya lihat pelek Work CR2P Limited Editon Stance Nation ini. Langsung saya ambil daripada keduluan orang lain,” serunya girang.

Berukuran 19x 10+11 inci, ban pun ikut diganti dari Toyo T1 Sport ukuran 225/40R19 dan 245/40R19. “Sekarang jadi lebih tebal dan sedikit lebih empuk, tidak sekeras kemarin,” tutur Dimas yang dibarengi anggukan Icha. Istimewanya, pelek ini unit ke 71 dari 100 set di seluruh dunia lho! “Di Indonesia setahu saya cuma ada 3 set,” bangganya. Ngomong-ngomong, bakal bosan lagi enggak dengan pelek ini nih?

Air Suspension 2 Titik

Demi Icha, suspensi pun diganti air suspension Universal Air 2 titik. “Tadinya pakai coilover, tapi capek juga bolak balik ke bengkel untuk setting suspensi. Lagipula biar Icha enggak repot bawa mobil ini, makanya langsung ganti air suspension,” jelas ayah satu putri cantik ini. Namun pada saat pemasangan ternyata terkendala dengan balon di belakang. “Keras banget bantingannya, jadi diganti dengan slim balloon, baru agak empuk sekarang,” bilang pria berkaca mata ini.

Dengan pelek baru ini, begitu tekanan air sus di 0 psi ban dan fender pun langsung bersentuhan. “Mau enggak mau akhirnya harus di-wide body dan dilepas fender plastiknya. Waktu masih pakai fender plastik, sudah wide body 3 cm, tapi ternyata masih kurang, ya sudah, dilepas sekalian saja plus tambah wide body jadi sekitar 5 cm,” jelas Dimas. Ckckck… Tabung dan kompresornya diletakkan di kabin belakang berbarengan dengan piranti audio. Sementara tombolnya diletakkan di sisi kanan bawah dasbor, agar mudah digapai Icha.

Plus:
- Modifikasi di hampir semua sektor, pelek limited edition

Minus:
- Mesin tidak dimodifikasi

Data Modifikasi:

Air suspension Universal Air 2 titik, slim balloon, pelek Work CR2P Limited Edition Stance Nation 71 of 100 19x10+11 inci, ban Toyo T1 Sport 225/40R19 dan 245/40R19, wide body 5 cm, dual HKS muffler, body kit Balsarini dan Mugen, add-on lips carbon, headunit Kenwood, speaker 3-way Venom, power Venom VI100.4 Processor Venom, processor Venom Pandora MK2 WiFi, subwoofer design by Seas, sil plate glass plat, Pivot Throttle Controller, HID Vision fog lamp, door visor Modulo Rumah modifikasi Air suspension Akasia Motor, Jatibening Pelek dan ban SM Motorsport, Kebon Jeruk Audio Baz Auto Focus, Pekayon, Bekasi Knalpot Budi Knalpot, Kebayoran Lama Body kit Tritech, Meruya

 

Editor : Otomotifnet

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa