Ingat! Menyita SIM Atau STNK Penabrak Saat Kecelakaan Melanggar KUHP

Irsyaad Wijaya - Jumat, 15 Maret 2019 | 14:00 WIB
Terlalu mepet, bisa picu tabrakan beruntun (ilustrasi)
Tribratanews
Terlalu mepet, bisa picu tabrakan beruntun (ilustrasi)

Otomotifnet.com - Asal tahu saja tindakan 'menyita' SIM dan STNK saat terjadi kecelakaan tidak dibenarkan.

Menurut Kasie Laka Lantas Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Herman Ruswandi tindakan itu melanggar hukum.

"Enggak boleh, di dalam KUHP sudah jelas diatur bahwa yang melakukan diskresi itu adalah penyidik dari kepolisian," kata Kompol Herman di Jakarta.

Herman menilai, tak seharusnya yang menjadi korban menahan surat-surat si penabrak.

(Baca Juga : Denda Tilang Naik 10 Kali Lipat, Enggak Punya SIM Kena Rp 1 Juta!)

"Jadi bukan istilahnya dia yang terlibat serta merta dia yang menahan surat-surat kendaraan orang tersebut, enggak bisa," paparnya.

Bahkan, lanjut Kompol Herman, jika tak terima penabrak bisa saja mengugat balik si korban.

"Yang ada si penahan surat-surat tersebut bisa digugat sama seseorang yang keberatan surat-surat kendaraannya ditahan," ucapnya.

"Karena dalam KUHP menyebutkan seperti itu, yang punya kewenangan memeriksa dan menyidik itu hanyalah dari pihak Polri," ujarnya.

(Baca Juga : SIM Pemotor Bisa Dicabut Seumur Hidup Karena Kasus Tabrak Lari)

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

Editor : Panji Nugraha

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa