Sembarang Pakai Octane Booster, Bisa Bahaya Bagi Mesin & Manusia!

Andhika Arthawijaya - Minggu, 12 Juli 2020 | 23:10 WIB
Ilustrasi mobil yang mengisi bensin menggunakan bensin tidak sesuai anjuran pabrikan.
Tribunnews/Nurudin
Ilustrasi mobil yang mengisi bensin menggunakan bensin tidak sesuai anjuran pabrikan.

Otomotifnet.com – Masih banyak pemilik mobil maupun motor yang menggunakan ‘obat’ peningkat oktan bahan bakar, atau tenar disebut octane booster.

Langkah tersebut umumnya untuk mengakali agar tunggangan kesayangan bisa mengkonsumsi bahan bakar yang harganya murah.

Padahal seharusnya dianjurkan menggunakan bahan bakar dengan oktan agak tinggi, yang umumnya lebih mahal.

Menurut Prof Dr.Ing, Ir. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, ahli konversi energi Fakultas Teknik dan dirgantara Universitas Institut teknologi bandung (ITB), bahwa bahan additive itu tidak boleh sembarangan.

Baca Juga: Sudah Pakai Oktan BBM Sesuai Tapi Masih Ngelitik, Ini Penyebabnya!

Nah, octane booster ini termasuk additive, “Ada persyaratan yang harus dipenuhi,” tukas Prof Yus, sapaan akrabnya.

“Di kita (Indonesia, red) additive ini harusnya ada sertifikasi SNI.”

“Tapi karena kita belum ada SNI untuk ini, maka saat ini mengikuti sertifikasi dari Amerika, yaitu EPA (Environmental Protection Agency),” paparnya lagi.

Sebab, lanjut Prof. Yus, ketika ada aditif lain dicampur ke dalam bahan bakar, akan mempengaruhi hasil pembakarannya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa