Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Valentino Rossi Ditendang, Pengamat Menilai Yamaha Mesti Cepat Revolusi Teknis

Irsyaad Wijaya,Muhammad Mavellyno Vedhitya - Rabu, 2 September 2020 | 16:15 WIB
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi
Speedweek.com
Pembalap Monster Energy Yamaha, Valentino Rossi

Otomotifnet.com - Valentino Rossi dipastikan mesti berpisah dengan tim Monster Energy Yamaha mulai MotoGP 2021.

Dengan ditendangnya Rossi dari tim pabrikan Yamaha, pengamat MotoGP, Carlo Pernat menilai mesti ada revolusi besar soal teknis di tim Yamaha.

Sebab hasil dari Valentino Rossi dan Maverick Vinales di MotoGP 2020 belum bisa jadi patokan.

Mereka berdua masih merasa pasang surut soal performa Yamaha YZR-M1.

Baca Juga: Valentino Rossi Senasib Sama Johann Zarco dan Cal Crutchlow Soal Kontrak di MotoGP 2021

Kendala pada aspek teknis masih mewarnai perjalanan tim asal Jepang tersebut.

Itu terjadi ketika mesin motor Rossi mendadak mati saat menjalani balapan MotoGP Spanyol 2020 di Sirkuit Jerez.

Valentino Rossi gagal finis di MotoGP Spanyol
MotoGP
Valentino Rossi gagal finis di MotoGP Spanyol

Bukan hanya Valentino Rossi saja, Maverick Vinales pun menelan pil pahit karena problem teknis berupa rem.

Rusaknya fungsi rem pada YZR-M1 memaksa Vinales menjatuhkan diri dari motornya saat tengah melaju dalam kecepatan 230 km/jam pada balapan MotoGP Stiria 2020.

Berbagai masalah teknis yang melanda Yamaha pada awal musim ini turut mengundang perhatian Carlo Pernat.

Pernat menegaskan, bahwa gebrakan yang dilakukan Yamaha dengan menendang Rossi dari tim pabrikan belum cukup untuk menuai sukses pada musim depan.

Maverick Vinales loncat dari motor di MotoGP Stiria 2020 karena rem blong
MotoGP
Maverick Vinales loncat dari motor di MotoGP Stiria 2020 karena rem blong

Setelah melakukan revolusi dalam susunan pembalap, pria asal Italia tersebut berharap Yamaha juga melakukan perombakan dalam hal teknis, terlebih setelah melihat performa motor mereka pada musim ini.

"Yamaha telah melakukan sebuah revolusi dari sisi pembalap, dengan menandatangai kontrak Fabio Quartararo, Maverick Vinales dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha)," ujar Carlo Pernat, dilansir dari GPOne.

Baca Juga: Valentino Rossi Trauma Usai Nyaris Tewas di MotoGP Austria, Konsentrasi Balapan Buyar

Pengamat MotoGP, Carlo Pernat membela Valentino Rossi bahwa Yamaha-lah yang membutuhkan revolusi teknis.
Paddock-GP.com
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat membela Valentino Rossi bahwa Yamaha-lah yang membutuhkan revolusi teknis.

"Namun, itu semua belum cukup, mereka harus melakukan revolusi dalam aspek teknis juga," katanya.

Lebih lanjut, seakan paham dengan keluhan Valentino Rossi, Pernat juga menyampaikan keyakinannya bahwa motor Yamaha saat ini belum mampu mengantarkan para pembalapnya menjadi juara dunia.

"Ini bukan lagi menjadi sebuah masalah untuk pembalap, saya ingin membela Valentino Rossi dari tuduhan-tuduhan itu," jelasnya.

"Dengan motor M1 mereka yang sekarang, tidak akan pernah bisa menjadi juara dunia dalam musim yang normal, tiap ada sebuah problem yang berbeda, pasti ada juga masalah soal mesin," tandas Pernat.

Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa