Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Tak Ada Busi, Begini Proses Mesin Diesel Melakukan Proses Pembakaran Bahan Bakar

Radityo Herdianto,Ignatius Ferdian - Selasa, 3 November 2020 | 15:30 WIB
mesin diesel inline-five 2.500cc pada Mercedes-Benz G-Class
Formacar
mesin diesel inline-five 2.500cc pada Mercedes-Benz G-Class

Otomotifnet.com - Buat yang belum tahu, begini cara kerja mesin diesel bisa menghasilkan pembakaran tanpa busi.

Ini berbeda dengan mesin bensin dimana terdapat pemantik api busi untuk menciptakan proses pembakaran saat kompresi udara dan bahan bakar.

Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Ahli Konversi Energi Fakultas Teknik dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB) menerangkan bahwa proses pembakaran mesin diesel terjadi sepenuhnya mengandalkan suhu tinggi dari tekanan saat terjadi kompresi.

"Sebenarnya mesin diesel itu selalu mengalami gejala detonasi atau knocking tapi timingnya teratur," tekan Tri.

Baca Juga: Kijang Innova dan Fortuner Cukup Pakai Pipa Header 1,5 Inci, Kebesaran Efeknya Turbo Lag

Ilustrasi injektor pada ruang pembakaran mesin diesel
Automotive Technology: Principles, Diagnosis, and Service
Ilustrasi injektor pada ruang pembakaran mesin diesel

Maksudnya adalah bahan bakar yang masuk ke dalam ruang bakar terbakar sendiri saat terjadi kompresi yang mengakibatkan gejala detonasi.

"Karakter ruang bakar mesin diesel dirancang menghasilkan tekanan yang sangat besar saat proses kompresi," terang Tri.

Lanjut Tri, kompresi yang besar menghasilkan suhu panas cukup tinggi sampai bisa memantik bahan bakar yang tercampur terbakar sendiri.

"Sehingga aditif bahan bakar diesel khusus dirancang untuk bisa terbakar sendiri dalam titik suhu dan tekanan tertentu," tambah Tri.

Baca Juga: Konsultasi OTOMOTIF : Jenis Solar Di Indonesia, Serta Perbedaannya!

"Dimana kalau cetane number bahan bakar diesel semakin tinggi semakin mudah bahan bakar terbakar," jelas Tri.

Sambung Tri, semakin kecil cetane number bahan bakar diesel semakin sulit untuk terbakar.

Tri menilai karakter pembakaran mesin diesel secara detonasi membuat bobot mesin lebih berat karena blok mesin yang dirancang perlu lebih tebal untuk menahan kompresi besar.

"Mesin diesel juga jadi lebih panas daripada mesin bensin karena suhu panas yang lebih tinggi untuk bisa membakar bahan bakar," sebut Tri.

 

Editor : Panji Nugraha
Sumber : GridOto.com

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa