Tahun Depan Subsidi Energi Dipangkas, Harga Pertalite Potensi Meroket Tajam

Irsyaad W - Jumat, 19 Agustus 2022 | 16:55 WIB
Toyota Kijang Kapsul pelat merah BK 1130 NX milik Pemkab Serdang Bedagai tepergok isi BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU
TribunMedan.com/Istimewa
Toyota Kijang Kapsul pelat merah BK 1130 NX milik Pemkab Serdang Bedagai tepergok isi BBM bersubsidi jenis Pertalite di SPBU

Otomotifnet.com - Harga Pertalite potensi meroket tajam pada tahun 2023.

Karena subsidi energi untuk tahun depan bakal dipangkas pemerintah.

Pengamat Energi UGM Fahmy Radhi, menilai ada beberapa asumsi terkait alasan penurunan subsidi energi di tahun 2023.

Dia bilang, penurunan subsidi energi bisa disebabkan harga minyak mentah yang mulai menurun atau kemungkinan kenaikan harga Pertalite.

"Selain harga minyak (mentah) yang mulai turun, bisa juga pemerintah akhirnya menaikkan harga Pertalite," sebutnya.

"Serta rencana pembatasan konsumsi BBM subsidi sudah tepat sasaran," kata Fahmi, (18/8/22).

Diketahui, subsidi energi tahun 2022 ini mencapai Rp 502 triliun.

Sedangkan skema subsidi energi tahun 2023 mendatang turun menjadi Rp 336,7 triliun.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan & RUU APBN 2023.

Alasan penurunan subsidi energi menjadi Rp 336,7 triliun, karena pergerakan harga minyak yang mulai menunjukkan tren penurunan.


Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa