Berdasar investigasi, ada beberapa oknum penadah yang juga melakukan manipulasi.
Manipulasi yang dimaksud berupa mempereteli komponen baterai dan komponen-komponen internal seperti sel lithium, controller dan battery management system (BMS) dijual terpisah, alias kapakan.
Redaksi sempat mewawancara 'A', seorang mantan penadah baterai motor listrik.
Dia menjelaskan beberapa modus aksinya untuk memanipulasi baterai motor listrik curian.
A mengaku membeli baterai curian dari beberapa oknum.
Setelahnya, dia melakukan beberapa rombakan untuk membuat 'baterai oplosan', alias beberapa komponen dalamnya diganti.
"Packingnya saya ganti biar kelihatan mulus (baru), terus di wiring ulang dan pelacaknya dihilangkan, baru habis itu saya jual lagi," ucapnya.
A menambahkan, dulu dia cukup sering mendapatkan baterai motor listrik dengan harga miring di kisaran Rp 500.000.
Setelah dioplos, dia bisa menjual baterai tersebut dengan label baru dan banderolnya jadi Rp 4 juta.
Baca Juga: Gak Nyangka, Pelaku Maling Baterai Motor Listrik Ternyata Oknum Berjaket Hijau
Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR