Otomotifnet.com - Banyak pemilik mobil tidak menyadari bahwa konsumsi bahan bakar yang boros sering kali dipicu oleh hal sepele yang kerap terabaikan yaitu kondisi ban.
Padahal, menjaga ban dalam performa optimal bukan hanya soal efisiensi dompet, tetapi juga kunci kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Mengutip dari laman Toyota Astra, tekanan angin yang kurang (ban kempes) memaksa mesin bekerja lebih keras dan membutuhkan tenaga ekstra untuk menggerakkan kendaraan.
Beban kerja mesin ini akan sangat terasa saat kalian terjebak dalam kemacetan stop-and-go, di mana bensin akan terkuras lebih cepat dari biasanya.
Selain tekanan angin, kondisi fisik ban juga berpengaruh.
Melansir dari laman Suzuki, ban yang sudah botak meningkatkan area gesekan dengan aspal secara tidak ideal, yang pada akhirnya memicu pemborosan bahan bakar secara signifikan.
Baca Juga: Mengapa Tekanan Angin Ban Motor Berbeda Antara Depan dan Belakang? Begini Penjelasannya
Baca Juga: Jangan Langsung Ngebut Setelah Ganti Ban Motor Baru, Ini Alasannya
Baca Juga: Cegah Risiko Ban Pecah, Lakukan Pengecekan Ini Setelah Liburan
Baca Juga: Jangan SampaI Ban Robek di Jalan Tol, Cegah dengan Lakukan Ini
Panduan Tekanan Angin Ban Standar
Untuk mengetahui tekanan ideal mobil kalian, silakan cek stiker informasi yang biasanya terletak pada pilar B di bawah jok pengemudi.
Sebagai referensi umum dari Auto2000, berikut adalah standar tekanan angin (Psi) berdasarkan jenis kendaraan:
| Jenis Mobil | Standar Tekanan Angin (Psi) | ||
| MPV | 30 – 33 Psi | ||
| City Car
Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id. Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id YANG LAINNYA
|
KOMENTAR