Otomotifnet.com - Membeli motor matik bekas memang menjadi solusi cerdas bagi mereka yang menginginkan kendaraan praktis dengan harga yang lebih bersahabat.
Namun, agar kenyamanan berkendara tidak terganggu oleh biaya perbaikan yang membengkak di kemudian hari, ada satu langkah krusial yang tidak boleh kalian lewatkan, yaitu inspeksi total pada sektor CVT (Continuously Variable Transmission).
Saat membeli motor dari tangan kedua atau dealer, kita seringkali buta terhadap riwayat perawatan pemilik sebelumnya.
Melakukan pengecekan dini pada area CVT berfungsi sebagai langkah preventif sebelum masalah serius muncul di tengah jalan.
Poin Penting yang Harus Diperiksa
1. Deteksi Keausan Komponen Vital
Periksa kondisi V-belt.
Jika sudah terlihat getas atau retak-retak, segera ganti sebelum putus.
V-belt yang putus saat motor melaju tidak hanya berbahaya bagi keselamatan, tetapi juga berisiko merusak komponen internal lainnya yang berujung pada biaya servis yang mahal.
Baca Juga: Jangan Cuma Kepincut Tampilan Saja, Cek Lima Hal Ini Sebelum Beli Motor Bekas
Baca Juga: Begini Cara Pedagang Motor Samarkan Suara Kasar Motor Bekas
Baca Juga: Beli Motor Bekas Odometer Jangan Dijadikan Patokan, Simak Penjelasan Pedagang
Baca Juga: Pasti Ngiler, Harga Motor Bekas New Honda BeAT 2016 Enggak Nyangka Sudah Semurah Ini
2. Identifikasi Modifikasi Gelap
Banyak pemilik sebelumnya melakukan upgrade performa, seperti mengganti mangkok kampas ganda atau pulley.
Tanpa pengecekan langsung, kalian tidak akan tahu apakah komponen yang terpasang masih standar atau sudah dimodifikasi.
3. Kesesuaian Spesifikasi (Settingan)
Pengecekan ini bertujuan memastikan bahwa roller dan per CVT yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi pabrikan.
Penggunaan roller yang terlalu ringan atau berat, serta per yang terlalu keras, dapat memengaruhi akselerasi dan konsumsi bahan bakar motor kalian secara drastis.
| Editor | : | Grid |
KOMENTAR