Otomotifnet.com - Menjelang libur lebaran, antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh atau mudik liburan lebaran tahun 2026 diperkirakan akan meningkat pesat.
Berdasarkan data, jumlah pemudik terus bertambah setiap tahunnya, dan kondisi jalanan yang padat serta kemacetan parah sering kali menjadi tantangan utama.
Salah satu persiapan paling krusial yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik kendaraan adalah mengganti oli mesin. Mengapa hal ini begitu penting, Apa yang harus di perhatikan untuk perjalanan tersebut.
1. Menjaga Performa Mesin di Tengah Kemacetan Ekstrem
Perjalanan liburan sering kali identik dengan kemacetan panjang. Dalam kondisi stop-and-go, mesin bekerja lebih keras karena suhu meningkat sementara aliran udara untuk pendinginan terbatas.
Oli yang baru memiliki kemampuan pelumasan yang optimal, sehingga gesekan antar komponen mesin berkurang secara signifikan. Hasilnya, mesin tetap responsif, halus, dan tidak cepat panas meskipun harus merayap berjam-jam di jalanan.
2. Efisiensi Bahan Bakar yang Lebih Baik
Liburan jauh tentu membutuhkan biaya bahan bakar yang tidak sedikit. Oli yang sudah lama atau kotor akan menjadi lebih kental dan penuh dengan endapan karbon.
Hal ini membuat mesin bekerja lebih berat untuk menggerakkan piston. Dengan mengganti oli baru sebelum berangkat, beban kerja mesin menjadi lebih ringan, proses pembakaran lebih efisien, dan konsumsi bahan bakar pun menjadi lebih hemat.
3. Perlindungan Mesin dengan Teknologi Sintetik
Beberap bengkel sangat menyarankan penggunaan oli sintetik untuk perjalanan jarak jauh. Dibandingkan oli mineral biasa, pelumas sintetik menawarkan, Stabilitas Suhu. Tetap encer dan melumasi dengan baik meski suhu mesin sangat tinggi.
Ketahanan Oksidasi, tidak mudah terurai meski digunakan dalam jangka waktu lama secara terus-menerus. Perlindungan Maksimal, meminimalisir risiko keausan pada komponen vital mesin.
4. Langkah-Langkah Pengecekan Sebelum Ganti Oli
Sebelum membawa kendaraan ke bengkel atau melakukan penggantian, Anda bisa melakukan pengecekan awal melalui dipstick. Cek warna, Jika oli sudah berwarna hitam pekat, itu tandanya oli sudah jenuh dengan kotoran.
Cek tekstur, oli yang terlalu encer atau berbau terbakar menandakan kualitasnya sudah menurun drastis, cek volume, pastikan level oli berada di antara garis minimal dan maksimal.
5. Berapa km interval ganti oli untuk mobil bekas?
Untuk mobil bekas, interval ganti oli umumnya berada di rentang 5.000–7.000 km, tergantung usia kendaraan, kualitas oli, dan kebiasaan berkendara.
Mobil yang sering macet atau menempuh jarak pendek berulang biasanya perlu ganti oli lebih cepat karena proses pelumasan tidak optimal. Jika kondisi oli mulai gelap dan encer sebelum mencapai batas kilometer, sebaiknya segera diganti.
Melakukan servis dan ganti oli lebih awal sebelum volume kendaraan di jalan raya meningkat adalah keputusan bijak. Selain menghindari antrean panjang di bengkel, Anda juga memastikan keselamatan dan kenyamanan keluarga selama perjalanan liburan lebaran 2026.
Baca Juga: Pada Jarak Tempuh Berapa KM Waktu Yang Tepat Mengganti Filter Oli
Baca Juga: Kunci Mobil Hilang? Pelat Nomor Kecil Ini Bisa Jadi Penyelamat Pertama
| Editor | : | Grid Content Team |
KOMENTAR