Dua Harapan GESITS Pada Pemerintah Soal Regulasi Motor Listik

Dimas Pradopo - Rabu, 29 Juni 2016 | 17:17 WIB

(Dimas Pradopo - )

Jakarta - Ketika ditanya soal regulasi motor listik di Indonesia, bos GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) berharap regulasi yang tengah disusun oleh pemerintah segera dirampungkan. "Sama-sama doa aja deh, kita sudah semangat biar pemerintah juga semangat," kata Muhammad Al Abdullah, CEO Grup Garansindo tentang teknologi masa depan ini.

"Regulasi sudah seharusnya ada karena sudah ada kebutuhan tentang ini," lanjutnya. Secara pesanan saja, GESITS sudah mencapai 15 ribu unit. "Kita stop dulu, nanti dibuka lagi dekat waktu launchingnya," beber pria ramah yang akrab disapa Memet ini.

Dalam penyusunan regulasi motor listik, setidaknya ada dua harapan yang dilontarkannya. Yang pertama, pemerintah jangan terlalu dominan pada asosiasi kendaraan konvensional. "Pasti akan ada conflict of interest, kalian tahu lah pasti," ucapnya.

Sedang yang kedua, pemerintah juga diminta harus tegas soal kualitas untuk membatasi membanjirnya motor-motor listrik dari Tiong Kok yang berkualitas rendah. "Standarisasinya harus jelas, pemerintah harus tegas," yakinnya.

"Kalau mau gampang regulasi dan standarisasinya kan bisa copas (copy-paste) dari negara lain," saran Memet saat ditemui di acara buka puasa bersama Ducati Indonesia di Kemang, Jaksel (28/6).

Motor listrik buatan Garansido Group dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini rencananya akan segera diproduksi secara masal pada tahun 2017 dan dapat segera dijual ke konsumen pada tahun 2018. Harga jualnya diprediksi tidak akan lebih dari Rp 20 juta.

Dalam kondisi baterai terisi penuh, bisa menempuh jarah 80 sampai 100 km. Performanya, GESITS bisa diajak ngebut hingga 100 km/jam atau setara dengan skutik bermesin bakar dengan kapasitas 125 cc. Sistem penggeraknya menggunakan belt dengan single ratio yang punya perbandingan final gear 1:3,57. (otomotifnet.com)